SBS-WT Sulit Dikalahkan, Kemenangan Didepan Mata ( Catatan Boni Atolan – Wartawan radarperbatasan.com)

Saya awali tulisan ini dengan kalimat, “memang di mana-mana melawan petahana memang bukan perkara mudah”. Jangankan level pilgup, level pemilihan kepala desa pun susah mengalahkan petahana. Sebab, petahana memiliki segalanya mulai dari infrastruktur hingga suprastruktur politik. Salah satu bonus yang tidak dimiliki penantang (SN) adalah selama 5 tahun lamanya petahana (SBS) sudah ‘mengkampanyekan’ dirinya.

Berbagai rilisan survei di Indonesia menjelaskan, dari banyak pilkada gubernur, bupati, wali kota, bahkan pilpres, petahana yang elektabilitas lebih dari 60%, susah dikalahkan atau penantang sulit menang.

Ketua Bappilu Partai Nasdem Provinsi NTT, Alex Ena mengatakan siang tadi acara deklarasi paslon SBS-WT bahwa, hasil survey terhadap SBS yang dilaksanakan Lembaga Survey Independen Indikator Indonesia tanggal 9-14 Desember lalu sangat mengejutkan secara nasional dengan perolehan 78 Persen tingkat elektabilitas seorang SBS.

Untuk ukuran Indonesia figur seorang SBS sebagai Petahana sangat luar biasa bila dibandingkan dengan Bupati Petahana di Indonesia yang maju dalam Pilkada serentak tahun ini dengan elektabilitas paling besar 34 Persen. Dengan demikian Partai Nasdem sesuai hasil survey itu menetapkan Paslon SBS-WT dalam perhelatan pilkada Malaka tahun ini.

Pos Kupang, Jumat (4/9/2020) merilis pernyataan Ketua DPC PDIP Kabupaten Malaka, Devi Hermin Ndolu yang mengatakan secara terbuka bahwa, kemenangan SBS-WT sekitar 70 persen. Dengan dukungan 6 partai dan mengoleksi 20 kursi maka kemenangan sudah ada di depan mata.

Survei elektabilitas yang tinggi menunjukkan angka psikologi yang aman. Tentunya, dengan elektabilitas seperti itu, SBS tinggal menjaga stamina politik sampai pemungutan suara pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

Secara umum petahana kebanyakan menang pilkada jika elektabilitasnya jauh meninggalkan penantang. Elektabilitas petahana begitu tinggi, lazimnya dipengaruhi kinerja pemerintahan selama ini. Artinya warga Malaka puas dengan kerja-kerja sekaligus program SBS. Prestasi dan rekam jejak tersebut akhirnya berubah menjadi dukungan politik.

Salah satu bukti adalah dukungan 20 kursi, masing-masing dari Partai Golkar(8), PDIP(3), Gerindra(3), Nasdem(3), Demokrat(2) dan Hanura(1). Dukungan ini bisa diartikan bentuk apresiasi parpol terhadap kinerja SBS. Selain itu dukungan Parpol-Parpol besar menghadirkan pandangan dan persepsi publik yang positif.

Tingginya elektabilitas petahana, karena tingkat kepuasan kinerja SBS. Selain menilai kinerja SBS berhasil, SBS juga menjadi figur paling populer dan disukai, sehingga mayoritas masyarakat Malaka menginginkan SBS tetap menjabat Bupati hingga tahun 2024.

Tengok saja, acara deklarasi pasangan bakal calon bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH atau SBS dan wakil bupati, Wandelinus Taolin atau WT yang dipadati massa pendukung dan simpatisan di lapangan Haitimuk, Kecamatan Weliman, Jumat (4/9/2020) sekitar Pukul 11.30 Wita Ribuan massa hadir dari berbagai penjuru wilayah Kabupaten Malaka_***