Bagian ke 3 – SBS Sangat Layak Pimpin Malaka Dua Periode (Catatan  Boni Atolan – Wartawan  radarmalaka.com Dalam Perspektif Media) SBS Memang Peletak Fondasi Pembangunan di Malaka

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran memang peletak dasar bagi pembangunam di Kabupaten Malaka . Sebagai birokrat senior di provinsi NTT seorang SBS mengetahui persis apa yang harus dilakukan saat terpilih  menjadi Bupati Perdana di Kabupaten Malaka.

Dengan Visi- Misi ” Meletakkan Fondasi Yang Kokoh dan Dinamis Bagi Kemakmuran dan Kesejahteraan Rakyat” seorang SBS mendesignnya dalam berbagai program yang harus diimplementasikan selama lima tahun memimpin Malaka.

Dalam pandangan saya  sebagai seorang Jurnalis yang  mengawal dan memberitakan berbagai program dan kegiatan pemerintah selama lima tahun terakhir ada beberapa catatan kaki yang perlu ditulis.

Pertama, Dengan latar belakang SBS sebagai seorang dokter tentu dalam  mendesign program pembangunan tidak asal bikin tetapi melalui kajian dan analasis kritis terkait kebutuhan dan persolan rakyat yang sedang dihadapi termasuk cara menyelesaikannya.

Dalam berbagai kesempatan saya  melakukan wawancara dengan  SBS secara tegas menyampaikan bahwa berbagai program itu harus mengacu kepada persolan yang dihadapi rakyat dan kebutuhan yang sangat diperlukan rakyat sebagai acuan utama mendesign program kegiatan.

Dalam pandangan saya seorang SBS itu pemimpin yang cerdas dan sangat paham terhadap apa yang harus dilakukan saat terpilih  menjadi Bupati. Dalam  mendesign program selalu mengacu kepada kebutuhan dan persoalan rakyat yang dibreack down melalui variabel  program yang terukur dan dapat diimplementasikan dalam tatanan riil.

Sebagai jurnalis saya masih ingat benar apa yang sering dilontarkan beliau dalam setiap kesempatan. Seorang Pemimpin itu harus omong A, Bikin A, Hasil A dan Wartakan juga harus A. Kalau berbuat diluar konsep itu bukan seorang pemimpin tetapi  pembohong dan penipu atau sering disebut pemimpin bengkok.

Didalam melakukan pembinaan kepada para pejabat seorang SBS  selalu menekankan hal itu dalam berbagai kesempatan baik dalam pertemuan terbuka atau dalam rapat internal dengan para pejabat.

Dalam memberikan penugasan kepada pejabat melalui OPD seorang SBS  selalu meminta supaya dalam bekerja harus disiplin,tertib, sesuai aturan, harus lurus dan tidak bengkok. Beberapa hal diatas dalam pandangan saya sebagai ” Kitab Suci” nya seorang SBS . Seorang SBS akan  ‘marah besar’ bila para pejabat atau stafnya kerja diluar konsep itu. Reward dan punishment diterapkan sejauh untuk memajukan stafnya . SBS bukan tipe pemimpin pendendam dan suka main belakang. Beliau sangat fair,  salah bilang salah dan benar bilang benar dan hal itu dikatakan secara terbuka dan tidak sembunyi.

Dalam menjalankan birokrasi seorang SBS bisa berperan ganda dan sangat fleksibel.  Sebagai seorang Bupati  seorang SBS sangat tegas dan disiplin dalam memimpin dan bertindak.  Kerja harus text book sesuai aturan dan tidak boleh melenceng. Setiap pejabat dan ASN yang diberi kepercayaan selama masa kepemimpinan perode pertama tentu bukan hal asing lagi. Banyak pegawai banyak belajar dalam era kepemimpinan SBS periode pertama.

Sebagai seorang Bapak seorang SBS tentu bisa sebagai penasehat yang baik bagi para staf termasuk berbagai solusi yang diberikan.

Sebagai teman , sahabat dan keluarga seorang  SBS sangat piawai dalam bergaul dengan siapa saja tanpa pandang bulu atau pilih kasih. Saya lihat dengan mata kepala sendiri seorang SBS dalam setiap kesempatan , dalam perjalanan sekalipun turun dari kendaraannya sambangi rakyat yang sementara bekerja di kebun atau sawah untuk menanyakan kondisi dan keadaan mereka.

Dibidang kehidupan sosial kemasyarakatan apalagi. Seorang SBS selalu hadir dan menghargai undangan adat dari siapapun tanpa melihat latar belakang dan status sosial  mereka yang mengundang. (Bersambung)