Bagian ke 5 – SBS Sangat Layak Pimpin Malaka Dua Periode (Catatan  Boni Atolan – Wartawan  radarmalaka.com Dalam Perspektif Media) – Dibidang Kesehatan Gebrakan SBS Masih Dibutuhkan Rakyat

Berbicara tentang dunia Kesehatan nama seorang SBS sangat layak disebut ditingkat Provinsi NTT dan juga secara nasional.

Figur seorang SBS dalam urusan birokrasi Pemerintahan memiliki segudang pengalaman dan jam terbang yang terbilang tinggi, bekerja sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur selama 13 tahun dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT selama 13 tahun . Selama ini berkecimpung aktif dalam berbagai kegiatan dalam level nasional dan internasional dan saat ini sebagai Bupati petahana di Kabupaten Malaka dan dalam pilkada Malaka tahun ini kembali mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Malaka.

Dilevel nasional seorang SBS dipercaya dalam APKASI yang merupakan sebuah wadah yang menaungi seluruh Kepala Daerah diseluruh Indonesia dan SBS dipercaya menangani bidang kesehatan.
Untuk urusan kesehatan SBS orangnya. Berbagai persoalan dan kebutuhan dibidang kesehatan selalu menjadi agenda utama saat bertatap muka dengan Presiden dan Kementrian terkait.

Dibidang kesehatan, figur seorang SBS disebut-sebut sebagai salah seorang ahli Perencanaan Pembangunan Kesehatan di Indonesia dan memiliki andil yang sangat besar dalam percepatan pembangunan kesehatan di Indonesia melalui pikiran dan rekomendasi yang diberikan.

Dengan kompetensi yang dimiliki sebagai lulusan Public Health Boston University pemikiran dan gebrakan seorang SBS dibidang kesehatan tidak disangsikan lagi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, dr Meserasi Ataupah dalam kesempatan rapat bersama jajaran dinas Kesehatan Provinsi NTT di Kupang sehari sebelum dilantik sebagai Pjs Bupati Malaka dihadapan forum rapat mengatakan dr Stefanus Bria Seran , MPH merupakan Panglima Kesehatan di Provinsi NTT dan hingga kini belum tergantikan terutama komitmen membangun dibidang Kesehatan.

Dalam diskusi lepas saya bersama Direktur RSUPP Betun, dr Oktelin Kiswadie di ruang kerjanya siang tadi banyak memberikan gambaran kepada saya bagaimana gebrakan yang dilakukan seorang SBS dalam memajukan RSUPP Betun.

dr Oktelin mengatakan kepada saya salah satu faktor yang mendorong dan kemajuan yang dicapai di RSUPP Betun saat ini berkat sentuhan tangan dingin seorang SBS.

Kalau Pak Wartawan menanyakan kepada saya apakah RSUPP Betun masih membutuhkan seorang SBS? Tentu jawaban kami masih sangat membutuhkan beliau untuk memajukan RSUPP Betun kedepan.

Alasannya sederhana, kalau orang paham kesehatan pasti akan berbuat banyak dan mengerti tujuan dia berbuat itu apa. Kerja dibidang kesehatan sangat sistematis. Kesehatan harus diurus dengan baik karena hanya dengan kesehatan yang prima seseorang dapat bekerja dan beraktivitas.

Bagaimana mau bisa cari uang kalau tidak sehat. Bagaimana bisa mendapatkan ekonomi yang baik kalau tidak sehat. Mau pergi kerja kebun saja sakit. Jadi yang kita urus ini orang harus sehat dulu. Bagaimana dia bisa sehat kalau dia mau ke rumah sakit dia berpikir harus ada uang. Bagaimana ke rumah sakit dan puskesmas harus ada kartu. Jadi kebutuhan utama manusia itu kesehatan.

Lalu kalau orang itu tidak paham bagaimana. Kesehatan itu bukan hanya urusan kita kasih obat kepada pasien pasti dia sembuh, tidak begitu. Tapi obat seperti apa yang dia butuhkan. Bagaimana kita kasih paracetamol kepada orang bukan demam dan sakit kepala. Ternyata setelah diperiksa hatinya rusak. Nah hatinya rusak, bagaimana kita tahu kalau hatinya rusak karena tidak ada laboratorium periksa. Laboratorium bisa periksa bagaimana kalau alatnya tidak ada. Bagaimana alat bisa ada kalau anggarannya tidak ada. Anggaran bisa ada bagaimana kalau tidak penganggaran untuk beli alat. Kita bisa tahu darimana alat-alat apa saja yang dibutuhkan  kalau direktur rumah sakitnya tidak paham. Bagaimana seorang kepala daerah mengangkat  direktur yang baik kalau orientasi direkturnya tidak benar.

Jadi dari situ dirunut-runut , kita butuh seorang panglima kesehatan yang mengerti bidang kesehatan untuk mendapatkan manusia yang sehat itu kita harus perhatikan goalnya. Kebutuhannya bukan hanya obat saja, tetapi perlu diperiksa kenapa dia sakit. Panaskah, demam, infeksi saluran kemih atau apapun kalau tidak ada alat. Jadi kita butuh sekali dengan adanya beliau kami butuh untuk dipandu sesuai rambu-rambu harus belok kanan, belok kiri karena pengalaman 32 tahun beliau di dunia kesehatan itu tidak main-main dan beliau sangat paham dengan mekanisme penganggaran untuk kesehatan. (bersambung)