Kampanye Perdana di Botin Leobele – Malaka : Paslon SBS – WT Sangat Senang Masyarakat Patuhi Peraturan Pembatasan Jumlah Peserta Kampanye 44 Orang

Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran/ Wendelinus Taolin dengan tagline SBS-WT mengatakan sangat senang karena dalam kampanye perdana yang digelar di Desa Kereana – Kecamatan Botin Leobele – Kabupaten Malaka – Provinsi NTT, Jumat (2/10 -2020) berjalan sesuai harapan bersama.

Para peserta kampanye dari desa sesuai ketentuan 44 peserta ditambah 2 Paslon dan 4 orang tim kampanye sehingga total kehadiran di tempat kampanye 50 orang sesuai ketentuan yang dikeluarkan KPU.

Kita patut memberikan apresiasi kepada tim kerja Partai Pengusung, tim Kerja Keluarga di Kabupaten, Kecamatan dan Desa yang sudah bekerja dengan baik menerapkan protokol Kesehatan Covid 19 dalam pelaksanaan kampanye perdana di desa Kereana – Kecamatan Botin Leobele hari ini.

Ini satu bukti bahwa rakyat Malaka juga sudah menyadari tentang Pandemi Covid 19 dan penerapan Protokol Covid 19 untuk tidak menciptakan kerumunan selama kampanye digelar.

Calon Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan hal itu kepada wartawan disela Pertemuan terbatas bersama keluarga besar Tualaran di desa Kereana – Kecamatan Botin Leobele, Jumat hari ini.

” Yang pertama saya naikkan puji dan syukur kepada Tuhan karena apa yang kita desain ditaati dengan bagus, yaitu pertama dilihat dari jumlah peserta. Kami minta supaya peserta maksimal 44 dan mereka penuhi semua. Dan dibatasi dengan tali supaya tidak boleh lebih dari itu dan ternyata mereka laksanakan dengan baik.”

” Saya berterima kasih kepada panitia lokal yang telah mempersiapkan dengan baik dan juga terima kasih kepada para pemilih yang memaklumi tentang situasi metode kampanye seperti ini. Ini luar biasa. Dan saya katakan saya selain sebagai calon bupati juga adalah bupati yang sekarang lagi memimpin daerah ini jadi harus menjadi contoh yang bagus” .

” Kedua, daerah ini adalah desa luar biasa. Karena kita paket SBS- WT itu nomor 2 dan kampanyenya mulai pada tanggal 2 bulan 10, jadi desa ini adalah desa yang luar biasa yang akan menjadi kenangan bagi kami bahwa di desa ini adalah desa perdana yang kami mewartakan kepada keluarga disini karena ini bukan kampanye, kami datang beritahu kepada keluarga di Kereana di 3 dusun yaitu di Anametan, Maktaen dan di Tualaran bahwa mohon dukungan pilih kami supaya kami kerja untuk mereka”

” Tadi saya bersama Bapak Wende bertemu 44 peserta yang hadir disetiap titik dan kami titip pesan yang datang 44 orang tetapi tolong wartakan kepada keluarga yang lain supaya mereka tidak boleh kemana-mana pada tanggal 9 Desember untuk tusuk pada Paslon SBS-WT No Urut 2. Saya senang sekali”

” Terima kasih juga kepada para wartawan yang dengan setia mengikuti kampanye ini untuk mewartakan kepada rakyat apa yang kami sampaikan hari ini”

” Tolong wartakan bahwa SBS-WT patuh dan taat kepada protokol kesehatan seperti yang tadi bapak-bapak saksikan sendiri. Saya senang sekali”.

” Tadi di jalan saya penuh kecemasan karena kalau misalnya rakyat datang banyak kemudian kita istilahnya mencegah mereka, mereka akan kurang hati. Ternyata rapat persiapan kita di tingkat kabupaten bersama dengan partai-partai koalisi, rapat tingkat kecamatan kemudian rapat tingkat desa ternyata mereka sampaikan kepada keluarga kita sehingga implementasi di lapangan betul-betul terjadi dengan sangat baik”.

” Puji Tuhan ini hari perdana, besok kita akan lanjutkan di zona 1 yaitu mulai di Kecamatan Malaka Tengah. Besok itu di Kateri, Barada, Bakiruk kemudian di Kakaniuk dan di Brene ada 5 desa tapi titiknya maksimal hanya boleh 10.”

” Jadi besok tentu kita akan menggunakan metode seperti begini. Pertama kita ke Nunbei , sudah itu baru keliling tapi timnya sudah akan terbagi dengan baik. Sore ini kami akan kembali ke rumah Haitimuk tiba disana minum sore kemudian dilakukan evaluasi supaya persiapan besok pagi dan tiap hari seperti itu”

” Kalau selama di dapil 1 atau di zona 1 tidak ada istirahat, tapi kalau di zona 2 hari Minggu itu hari istirahat untuk lakukan evaluasi guna melihat kekurangan-kekurangan kita agar dipoles lagi terutama terhadap penerapan protokol covid selama masa kampanye” (boni/ichal)