Paslon SBS-WT Pastikan Tidak Menjelekkan Orang Lain Dalam Kampanye Tetapi Pertontonkan Kadar Peradaban Supaya Ditiru Generasi Penerus Malaka

Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran/Wandelinus Taolin dengan Tagline SBS-WT memastikan tidak akan menjelekkan orang lain selama masa kampanye dalam rangka pemilihan Bupati/Wakil.Bupati Malaka 9 Desember mendatang di Kabupaten Malaka – Provinsi NTT.

Paslon SBS-WT akan memanfaatkan momentum kampanye itu untuk mempertontonkan kadar peradaban agar bisa ditiru generasi penerus di masa mendatang.

Calon Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan hal itu kepada wartawan disela pertemuan terbatas bersama masyarakat Tualaran ‘- Desa Kereana – Kecamatan Botin Leobele- Kabupaten Malaka – Provinsi NTT, Jumat (2/10-2020)

Dikatakannya, dirinya tidak akan terpengaruh dengan orang lain, tetapi datang disini memberitahukan kepada keluarga tentang mohon dukungan untuk mereka memilih Paslon SBS -WT kemudian setelah terpilih akan kerja untuk rakyat.

” Kami tidak akan menjelek-jelekan orang lain, karena kadar intelektual saya itu tinggi, saya orang berpendidikan. Kalau saya orang berpendidikan datang hanya untuk menjelek-jelekan orang nanti orang bilang apa sekolah model begini, bilang Master lulusan Amerika kok kelakuannya begini. Saya tidak mungkin melakukan hal seperti ini”

“Yang kedua, saya seorang bupati, yang lain baru mau menjadi calon bupati saya sudah bupati . Saya harus menunjukkan kadar peradaban saya sebagai seorang pemimpin agar kelak ditiru oleh anak-anak Malaka”

“Karena selain saya nanti generasi-generasi yang lain belajar bagaimana cara menjadi seorang pemimpin”

” Saya tidak akan terpengaruh karena rakyat kita tahu mana yang tipu, mana yang jelek, mana yang asal omong karena begitu kita omong maka orang akan menilai tentang tentang kadar intelektual kita, kadar peradaban kita. Oleh karena itu sejak pertemuan perdana tadi apakah pernah dengar saya menjelekkan orang lain? Khan tidak.”

“Kepada Tim saya sampaikan supaya tidak boleh menjelek-jelekkan orang lain karena manusia tidak sempurna. Setiap orang punya kekurangan dan kelebihannya masing-masing” ( boni/ichal)