Bawaslu Malaka Harus  Tindak Tegas Para  Pelanggar  – Kampanye di Numponi Itu Melanggar Protocol Covid 19

Bawaslu Kabupaten Malaka harus bertindak tegas dalam penegakan  aturan kampanye yang sementara berjalan di Kabupaten Malaka dalam rangka pelaksanaan perhelatan Pilkada Malaka 9 Desember mendatang.

Bawaslu Kabupaten Malaka juga harus segera menindaklanjuti laporan Tim Hukum Paslon SBS-WT terkait pemasangan APK berupa bendera pada saat Kampanye Paslon SBS- WT di Laenleten – Desa Maktihan – Kecamatan Malaka Barat  hari Minggu  ( 4/10-2020)

Ketua Tim Koalisi Partai Pengusung SBS-WT, Devi H Ndolu mengatakan hal itu saat konfrensi pers bersama wartawan  di Sekretariat Paslon SBS- WT, Haitimuk – Kabupaten Malaka – Provinsi NTT, Selasa (6/10-2020).

Ketua Tim Koalisi Partai Pengusung Paslon SBS-WT, Devi  dalam kesempatan itu  meminta agar laporan dari tim hukum paslon SBS-WT segera direspon dan
ditindaklanjuti.

” Kami dari Tim Paslon SBS-WT mengikuti jadwal kampanye yang dimulai sejak  tanggal 26 September 2020   melihat bahwa paslon tertentu tidak taat protokol Covid-19  seperti yang tertera dalam  postingan media Facebook di desa Numponi tempat kampanyenya SN-KT kok orangnya banyak sekali  padahal dalam ketentuannya tidak boleh lebih dari 50 didalam tenda. Diluar tenda terlihat banyak sekali masyarakat yang bergerombol dan tidak mengenakan masker.

”   Kejadian diatas jelas-jelas melanggar protokol Covid 19 tapi anehnya   Bawaslu dan pihak keamanan seolah  membiarkan dan kami menduga ini ada keberpihakan dari Bawaslu dan  pihak keamanan”

” Kita berharap pihak Kepolisian  taat pada instruksi  Kapolri  mengamankan situasi selama kampanye  agar  taat dan terapkan  protokol Covid 19″

Klarifikasi Bawaslu Malaka Soal Kerumunan di Numponi – Malaka Timur

Ketua Bawaslu Malaka, Petrus Nahak Manek ketika dikonfirmasi Wartawan di ruang kerjanya, Selasa (6/10-2020 )  menyampaikan klarifikasi terkait pemberitaan sebagai berikut :

Kemarin Kampanye  Paslon SN- KT di desa Numponi – Malaka Timur   Panwascam  sudah melaporkan  memang ada terjadi kerumunan  di desa itu saat kampanye berlangsung.

” Kita sudah sampaikan ke Panwascam untuk membuat teguran supaya tidak boleh lagi terjadi. Karena dalam peraturan perundang-undangan tentang   Covid 19 ,  Bawaslu  memiliki  kewenangan menyampaikan teguran secara tertulis bagi pihak-pihak yang berkerumun saat kampanye.

Ketua Bawaslu Malaka, Petrus menjelaskan  titik fokus pengawasan  yang paling pertama  adalah didalam lingkaran tenda itu merupakan kewenangan Bawaslu melakukan pengawasan.

” Ketika ada kerumunan diluar  tenda kampanye  Bawaslu dengan kepolisian harus melakukan pengawasan .  Kalau memang  mereka datang untuk ikut mendengarkan kampanye Visi-Misi itu boleh-boleh saja  tetapi harus tetap disiplin dan tetap terapkan protokol Covid 19 yakni jaga jarak dan gunakan masker”

” Bila ada kerumunan banyak diluar tenda kampanye maka Bawaslu dan Pihak Kepolisian bisa melakukan penertiban.
Bila perlu kalau kerumunan terlalu banyak kami bisa bubarkan yang diluar karena mereka tidak masuk dalam area kampanye, kami bisa bubarkan kalau memang yang diluar itu tidak taat pada standar protokol kesehatan covid 19″

Klarifikasi Soal  Pemasangan APK Saat Kampanye SBS-WT di Motaulun – Naas dan Maktihan  dan Laporan Kuasa Hukum  Paslon SBS-WT

”  Terkait pemasangan APK berupa Bendera Partai terlihat pada saat kampanye Paslon SBS-WT pada enam titik di Desa Motaulun, Naas dan Desa Maktihan  pada tanggal 4 Oktober lalu.
Itu betul terlihat jelas bendera-bendera  partai di halaman rumah warga,”.

”  Ketika  Kampanye  sampai di titik terakhir di desa Maktihan ada penegasan dari ketua tim koalisi SBS –  WT yaitu Pak Devi Ndolu menegaskan bahwa ada indikasi gangguan terhadap kampanye dengan adanya  pemasangan  bendera-bendera itu”

”  Setelah bubar dari kampanye itu saya langsung perintahkan kepada Panwascam untuk tindaklanjuti informasi dari Pak Devi sebagai ketua tim koalisi .  Ketika mereka telusuri ke lapangan menanyakan ke rumah-rumah  mereka sampaikan bahwa baliho itu dipasang pada tanggal 3 sementara   kampanyenya Paslon SBS-WT  tanggal 4″

” Ketika kami tanya apakah pada saat pemasangan baliho itu ada tim yang datang pasang dan apakah ada  ijin pemilik rumah karena bawaslu punya kewenangan berkoordinasi dengan pemilik rumah atau satpol apabila ada pemasangan atribut partai seperti bender a di  halaman rumah warga kalau tidak seijin pemilik rumah maka itu bisa ditertibkan Bawaslu”

” Kalau seijin pemilik rumah itu tidak apa-apa karena tidak melanggar karena ada persetujuan pemilik rumah”.

“Setelah kita survei ke lapangan pada waktu tanggal 4 itu, bahwa di area halaman kampanye itu di dalam pagar tempat kampablnye  tidak ada baliho atribut partai ,  atribut partai itu adanya di halaman sebelah rumah atau halaman depan rumah warga yang bukan titik atau halaman dari tempat area kampanye”

”  Jadi Bawaslu akan berkoordinasi dengan pemerintah dalam hal ini Satpol akan menertibkan APK apabila  dipasang  di tempat-tempat  terlarang seperti rumah ibadah, di halaman sekolah, atau kantor-kantor lembaga pemerintah atau di halaman milik perseorangan atau halaman milik warga yang tidak mendapat ijin dari pemilik rumah itu Bawaslu akan berkoordinasi dengan pemilik rumah atau Satpol untuk tertibkan kalau ada indikasi itu”.

” Ternyata setelah kita cek ke lapangan bahwa bendera  partai PSI dengan Perindo itu dipasang pada tanggal 3 dan tuan rumah tidak berkeberatan dengan pemasangan bendera itu di halaman rumah mereka”

” Jadi dari situ setelah kita telusuri  tidak menemukan unsur kesengajaan untuk menghambat proses itu”

“Terkait  tindaklanjut laporam  dari tim SBS-WT perlu dijelaskan bahwa  kemarin tanggal 5 kami dapat surat dari kuasa hukum SBS-WT atas nama Eduardus Nahak, S.H. Dari surat  itu kami akan tindaklanjuti tetapi kami masih melihat apakah laporan itu sesuai Perbawaslu, sesuai dengan UU Pilkada sudah memenuhi syarat Formil dan Materiil atau  belum,”

” Kalau laporan tentang kasus itu belum memenuhi syarat Formil dan Materiil maka kami akan lakukan kajian dan ada kekurangan kami akan menyurati kembali kuasa hukumnya bahwa ini belum ditindaklanjuti nanti kami kasih Deadline waktu sesuai dengan Perbawaslu”

” Bila sudah memenuhi syarat formil dan materiil kami langsung tindak lanjuti . Apabila dalam pemeriksaan kami bila
masih ada kekurangan maka  kami akan minta  supaya  dilengkapi syarat Formil dan Materiilnya baru ditindaklanjuti. Karena memang mekanismenya seperti itu. Tidak ada petunjuk lain selain mekanisme sesuai dengan UU Pilkada dan Perbawaslu terkait dengan khusus laporannya adalah pelanggaran pemilihan atau Pilkada” (tim)