Bawaslu Malaka  Harus Tegur Paslon dan Tim Kampanye Yang Lakukan Kampanye Hitam

Bawaslu Kabupaten Malaka harus memberikan teguran kepada Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Malaka atau tim kampanye Paslon yang melakukan kampanye hitam selama pelaksanaan kanpanye Calon Bupati/Wakil Bupati Malaka digelar.

Bila kampanye hitam tetap dibiarkan maka akan mencederai demokrasi dan tidak memberikan pendidikan politik kepada rakyat sesuai tujuan kampanye dalam pilkada.

Hal itu disampaikan Calon Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dalam kampanye Pertemuan terbatas di desa Forekmodok-Kecamatan Weliman – Kabupaten Malaka, Senin (19/10-2020)

Bria Seran dalam kesempatan itu   meminta Bawaslu kalau ada Black Campaign, atau kampanye Hitam dan negatif Campaign harus ditegur dari paslon atau tim kampanye Paslon manapun.

” Saya selaku paslon dan Bupati yang sementara cuti akan memberikan laporan kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilih,bahwa saudara – saudara tidak cerdas dalam menjalankan tugas”

” Sebab kampanye tidak boleh saling menjelek jelekan paslon lain ,karena didunia ini tidak ada orang yang sempurna dan lengkap,  didunia ini tidak ada satu pemerintahan pun bisa langsung menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh rakyat  sehingga pemerintahan itu silih berganti  harus tetap diisi karena  persoalan kebutuhan rakyat tidak akan pernah berakhir”

“Saya minta tidak boleh saling menjegal
karena saya adalah Bupati perdana  Malaka dari hasil pilihan rakyat tahun 2015 dan dilantik tahun 2016 sampai dengan sekarang   sedang Cuti”

” Kalau kita mau lihat di Indonesia hanya ada 416 Bupati dan Walikota,  salah satunya adalah saya dan termasuk salah satu putra terbaik di Indonesia yang lagi bicara sekarang”

” Saya minta semua yang hadir disini   tidak boleh terpancing ,soal kekurangan kerjaan silahkan anda bisa menganalisis dan  tawarkan programnya kepada rakyat Malaka sehingga saat terpilih bisa memperbaikinya.  Itu yang namanya kandidat yang pintar  tapi kalau hanya datang untuk menjelekkan orang lain tanpa solusi lantas apa manfaatnya untuk rakyat?”

” Jadi kita  tidak boleh menjelekan orang lain saat kampanye . Almarhum Bapak Piet A Tallo mengajarkan kepada kami kebetulan saya salah satu kepala Dinas di Provinsi NTT  waktu itu.
Beliau selaku Gubernur selalu menasehati kami ,bahwa tidak boleh sekali -kali menuduh seseorang jelek, karna satu jarinya kita tunjukan kepada dia tapi empat jari tertuju kepada diri sendiri” (boni)