Kasus Pemukulan dan Pengeroyokan Anggota DPRD Malaka Partai Golkar Memasuki Pemeriksaan Saksi

Kasus pemukulan dan pengeroyokan anggota DPRD Kabupaten Malaka dari Fraksi Partai Golkar, Raimundus Seran Klau hingga saat ini memasuki tahap pemeriksaan saksi.

Polres Malaka sudah membentuk tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap kasus yang dilaporkan agar fokus mengungkapkan kasus itu.

Pihak penyidik masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi termasuk mengumpulkan bukti-bukti. Bila saksi sudah diperiksa semuanya termasuk bukti mendukung maka akan ditingkatkan kasus itu menjadi penyidikan.

Kapolres Malaka, AKBP Albertus Neno mengatakan hal itu kepada wartawan di Betun, Jumat ( 23/10-2020)

Kapolres Malaka mengatakan pihak kepolisian tetap memberikan atensi terhadap laporan masyarakat termasuk kasus yang dilaporkan Anggota DPRD Kabupaten Malaka Fraksi Partai Golkar, Raimundus Seran Klau.

Pengacara dan Advokat Paulus Seran Tahu, SH, MHum yang juga salah satu Tim Kuasa Hukum  Anggota DPRD Malaka dari Fraksi Partai Golkar Raimundus Seran Klau kepada wartawan membenarkan kliennya sudah melaporkan kasus dugaan pengeroyokan dan pemukulan terhadap dirinya di polisi.

” Saksi korban sudah diperiksa termasuk saksi yang melihat langsung kejadian itu sudah diperiksa”

Dijelaskannya, keterangan Dewan Mundus  kepada pihak  Polres Malaka pada intinya menerangkan bahwa ketika pulang dari kampanye tiba – tiba ada sekelompok orang yang menghadang  dan pukul – pukul mobil yang ditumpangi oleh Mundus dan meminta menurunkan kaca jendela mobil, setelah kaca jendelanya diturunkan ada oknum yang langsung memukul Dewan Mundus,  setelah itu ada lagi oknum yang memukul dirinya dari belakang,

” Atas peristiwa itu, kemarin kita sudah memberi keterangan sebagai saksi korban , dan saksi – saksi lain yang pada saat itu berada dilokasi tempat kejadian perkara, Kita sudah memberikan keterangan dan sudah dicatat secara baik oleh pihak penyidik Polres Malaka”

” Kita sebagai tim kuasa hukum yang mendampingi meminta kepada pihak Polres Malaka untuk mengusut tuntas  pelaku- pelaku yang diduga  melakukan pengeroyokan terhadap Dewan  Mundus,
Karena perbuatan itu jelas bertentangan dengan undang-  undang”

” Kita berharap, pihak penyidik harus secara profesional dan tegas untuk mengusut pelaku – pelaku yang terlibat dalam penganiayaan itu”

” Pihak korban sudah diperiksa  oleh pihak polisi dan tiga orang saksi. Alat bukti selain keterangan saksi juga  ada bukti lain yaitu foto dan video menurut KUHP dua alat bukti itu sah  sebagai  pertimbangan untuk pihak penyidik guna menindak para pelaku”, tandas Advokat Paulus (boni)