Wende Taolin  : SBS Belum Ada Tandingan di Rai Malaka Saat Ini – Mari Dukung dan Menangkan Paslon SBS-WT Dalam Pilkada Malaka 9 Desember

Calon Wakil Bupati Malaka,  Wendelinus Taolin mengatakan figur seorang Stefanus Bria Seran (SBS) belum ada tandingannya di Rai Malaka hingga saat ini sebagai Kepala Daerah.

Selain memiliki segudang pengalaman dibidang birokrasi figur seorang SBS dikenal memiliki kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional serta jejaring luas baik didalam dan diluar negeri yang bisa digunakan sebagai modal untuk memimpin dan membangun daerah ini.

Dikalangan keluarga, SBS memiliki keluarga besar yang jumlahnya banyak yang selama ini terbina bagus sebagai pilar dan kekuatan untuk meraup suara dalam pelaksanaan pilkada 9 desember mendatang.

Supaya kita tetap eksis maka seluruh keluarga besar yang ada di lima kecamatan di dawan harus menyatu bersama saya dalam pilkada 9 Desember supaya kita semua bisa  bersama-sama SBS sebagai pemenang pilkada mendatang agar kita bisa bersama-sama membangun dan menata daerah ini.

Sebagai Calon wakil Bupati yang berpasangan dengan SBS harus menyampaikan hal ini secara terbuka kepada seluruh keluarga besar di dawan  agar tidak salah menjatuhkan pilihan dalam pilkada 9  Desember mendatang.

Calon Wakil Bupati Malaka, Wendelinus Taolin mengatakan hal itu saat bertatap muka dengan keluarga besar di  dusun Maubesi – Desa  Wemeda – Kecamatan Malaka Timur – Kabupaten Malaka, Selasa (27/10-2020)

Dikatakannya, keluarga besar lima kecamatan di dawan harus  realistis melihat  kondisi riil di Malaka agar tidak terjebak dan salah memilih saat Pilkada 9 Desember mendatang.

” Tahun 2015 saat Pilkada SBS -DA menang dengan prosentasi meyakinkan dengan mengalahkan Paslon Tabe dan Tulus dimana kedua Paslon diatas digabungkan suaranya saja belum bisa mengalahkan suara  Paslon SBS-DA.  Itu artinya SBS-DA itu punya inner power yang sangat kuat walau saat itu baru sebatas janji untuk rakyat. Dengan janji saja  Paslon SBS- DA menang besar saat tahun 2015″

” Dalam tahun 2020 ini SBS maju lagi bertarung dalam pilkada dan dia sudah banyak berbuat untuk rakyat dan rakyat sudah menikmati  berbagai program diatas,  tinggal dilanjutkan dan ditingkatkan. Bagaimana bisa dilawan?? ”

” Keluarga besar harus peka dan jeli melihat peluang agar tidak salah memilih sehingga lima kecamatan diatas (dawan) harus jadi pemenang pilkada dan jangan kalah pilkada  untuk yang kedua kalinya.”

” Lima kecamatan diatas (dawan) harus punya andil dan menjadi pemenang pilkada bukan harus jadi runner up terus dalam pilkada kedua di Malaka tahun ini”

” Pah Bouk itu siapa yang tidak kenal di lima kecamatan ini??  Jangan khan manusia tetapi semut saja kenal yang namanya Pah Bouk. Untuk maju pilkada Malaka 2015 saja Pah Bouk sudah mempersiapkan diri selama 10 tahun . Lima tahun sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Belu dan lima  tahun sebagai Wakil Bupati Belu, setelah itu langsung calon menjadi calon Bupati Malaka dalam tahun 2015  melawan SBS- DA t dan hasilnya Pah Bouk harus kalah dan tiarap didepan SBS-DA sebagai pemenang Pilkada”

” Ini riil politik dan kita harus akui kehebatan dan kelebihan  seorang SBS sebagai pemenang pilkada 2015 yang saat ini maju lagi sebagai calon Bupati Malaka Periode 2021-2026″

”  Saya harus katakan dengan jujur bahwa  Saya Wande Taolin adik bungsu dan adik kandungnya Pah Bouk  serta anak Kim bukan figur yang bisa melawan  figur SBS dalam Pilkada Malaka 2020. Pah Bouk sebagai guru politik saja harus tumbang dihadapan SBS-DA apalagi saya dan anak Kim yang baru belajar politik dari Pah Bouk saat almarhum masih hidup. Ini fakta dan saya harus katakan hal ini secara jujur dan terbuka dihadapan keluarga agar keluarga bisa realistis dan bisa menjatuhkan pilihan secara benar agar suara emasnya itu bermanfaat bagi kepentingan Rai Malaka lima tahun kedepan”

” Saya harus terbuka sampaikan kepada keluarga besar bahwa saat menjatuhkan pilihan berpasangan dengan SBS dalam pilkada Malaka tahun 2020 ini sudah melalui tahapan proses dan mendapatkan persetujuan keluarga besar  Taolin termasuk mendapatkan restu dan persetujuan kakak kandung saya Pah Bouk Almarhum melalui pelaksanaan ritual dan sumpah adat”

” Jadi saya datang ini tidak sendirian tetapi datang dengan seluruh keluarga besar Taolin dan kesatuan masyarakat adat Io Kufeu memberikan dukungan kepada Paslon SBS-WT untuk memenangkan pilkada Malala 9 Desember. Itu keputusan adat dan saya Wande Taolin hanya menjalankan keputusan adat dibawah sumpah itu”

” Pada kesempatan ini saya juga mau menjelaskan juga bahwa anak lawan Bapak itu memang tidak boleh karena itu bukan tradisi adat orang Malaka. Kim itu anak saya karena Pah Bouk yang melahirkan sama juga dengan saya yang melahirkan.  Itu adat kita. Tetapi setelah kita lahirkan dan mau melawan orang tua dalam urusan politik itu terserah saja karena  orang tua hanya melahirkan tubuhnya saja tetapi hatinya tidak . Mungkin anak Kim punya pertimbangan lain tetapi bagi keluarga besar ini hal yang tidak lazim dalam tradisi adat keluarga besar terutama di Malaka”

” Kita berharap dengan penjelasan ini keluarga besar bisa memahami keadaan sesungguhnya yang terjadi  agar tetapkan hati  memberikan dukungan politik bagi paslon SBS-WT  untuk memenangkan pilkada mendatang”

” Saya memilih berpasangan dengan SBS karena beliau figur yang hebat dan kuat dan berharap bisa bersama menangkan pilkada 9 desember nanti”

”  Hanya berpasangan dengan SBS keluarga besar bisa berpeluang menangkan pilkada 9 Desember dan tampil sebagai pemenang bukan kalah atau runner up dalam pilkada. Dengan memenangkan Pilkada saya  akan bahu membahu dan membantu SBS untuk memperhatikan kepentingan keluarga besar lima kecamatan di atas (dawan)  melalui berbagai program pembangunan yang diusung Paslon SBS-WT dalam Pilkada Malaka tahun ini” (boni)