SBS : Pilkada Harus Jadi Sarana Pendidikan Politik Untuk Rakyat

Calon Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan Pilkada Malaka harus bisa menjadi sarana menyampaikan pendidikan politik untuk rakyat.

Rakyat harus diberi pemahaman  yang benar akan pentingnya pilkada  dan peningkatan pesta demokrasi.

Setiap komponen masyarakat termasuk paslon dan tim kerja partai serta pihak penyelenggara pilkada harus bisa menjaga kualitas pilkada agar bisa bermanfaat bagi daerah ini.

Untuk itu setiap Pasangan calon dan tim kampanye harus bisa mempertontonkan kualitas peradaban dam kualitas intelektual agar bisa menjadi contoh bagi generasi penerus Malaka kedepan.

Calon Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan hal itu saat pelaksanaan Kampanye Pertemuan Terbatas Paslon SBS-WT di Desa Loofoun – Kecamatan Malaka Barat-Kabupaten Malaka, Minggu ( 15/11-2020)

Dikatakannya, sebagai Bupati Petahana di Kabupaten Malaka berkewajiban menyampaikan hal itu agar menjadi perhatian bersama karena pelaksanaan pesta demokrasi saat ini akan menjadi barometer bagi pelaksanaan pesta demokrasi pilkada dimasa mendatang.

Dikatakannya, sebagai Bupati Petahana perlu memberikan pencerahan kepada seluruh komponen masyarakat  termasuk  seluruh paslon dan tim kerja agar dalam mensosialisasikan figur dan visi misi serta program supaya bisa mencerdaskan rakyat sehingga  pilkada Malaka dari tahun ke tahun semakin berkualitas dan rakyat semakin menyadari akan pentingnya pesta demokrasi bagi dirinya, keluarganya dan bagi daerahnya.

” Pilkada bukan hanya sekedar sarana untuk mendapatkan kekuasaan tetapi lebih dari itu untuk mencari pemimpin yang dipercaya rakyat untuk  membangun dan menata daerah ini sesuai  prinsip- prinsip pembangunan”

” Dalam konteks pilkada yang kedua ini kita berharap momentum pilkada ini digunakan untuk meningkatkan kadar demokrasi di daerah ini”.

” Sejak dini kita harus menyadari akan pentingnya berdemokrasi untuk mencari pemimpin guna melanjutkan pembangunan , pemerintahan dan pelayanan masyarakat di daerah perbatasan ini”

” Jangan mencederai pesta demokrasi ini dengan cara-cara primitif yang sifatnya menurunkan kadar dan kualitas  pesta demokrasi ”

” Untuk jadi pemimpin tidak perlu saling mencederai atau saling menjelekkan, jangan sebarkan infornasi atau berita hoax, jangan mengadu domba rakyat yang berujung perpecahan dalam masyarakat”

” Sebagai kawasan perbatasan negara kita harus bisa mempertontonkan dan membangun peradaban baru dibidang politik bahwa kita memiliki kadar berdemokrasi yang tinggi dalam hal mencari pemimpin di daerah ini”

” Masyarakat harus  diberi pemahaman yang benar agar dalam  pilkada ini bisa dijadikan  sebagai wahana dan media untuk mencerdaskan rakyat  dalam berbagai dimensi kehidupan termasuk pencerdasan dibidang politik” (boni)