SBS Senang Sekali Berkunjung ke Alas Utara – Perbatasan RI – RDTL

Calon Bupati Malaka,, Stefanus Bria Seran mengatakan sangat senang berkunjung ke daerah Kobalima Timur  perbatasan RI-RDT  karena  potensi daerah dan topografi wilayahnya sangat bagus bila ditata  dan diseting secara baik akan memberikan kemakmuran untuk rakyatnya.

Harusnya,  dilereng  perbukitan ditanami  tumbuhan  produktif yang bisa memberi kehidupan untuk rakyatnya.  Tentu rakyat akan sejahtera dan makmur.

Para ahli harusnya bisa melakukan penelitian terkait potensi wilayah supaya bisa dikembangkan kedepan.

Calon Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan hal itu  dalam Kampanye Pertemuan Terbatas Paslon SBS-WT di Aimalirin – Desa Alas Utara- Kecamatan Kobalima Timur – Kabupaten Malaka –  Perbatasan RI-RDTL , Rabu (18/11-2020)

Dikatakannya, di Alas utara luar biasa. Potensi alamnya bagus. Hal yang sama saya lihat saat berkunjung ke beberapa kecamatan pegunungan seperti di Kecamatan Rinhat, Sasitamean, Io Kufeu, Botin Leobele, Kobalima , Malaka Timur dan Laenmanen.

” Daerah-daerah ini potensinya luar biasa. Bila diberi mandat kita akan tata infrastruktur jalannya untuk melancarkan akses rakyat agar potensi-potensi yang ada bisa dikembangkan”

” Kalau diberi mandat kita kerja untuk rakyat karena rakyat masih susah terutama dibidang pertanian dengan tetap meningkatkan program pacul tanah gratis, dibidang kesehatan pengobatan gratis tetap diberlakukan agar rakyat tetap sehat”

” Alasan mendasar kami programkan pacul tanah gratis untuk rakyat itu terinspirasi pengalaman  keluarga kami saat kami masih kecil pernah merasakan kekurangan pangan. Rakyat saat itu kelaparan hebat  padahal tanahnya luas tetapi tidak bisa diolah karena sarana pengolahannya dengan tenaga manusia”

” Untuk program pacul tanah  ini terinspirasi ketika masih kecil  keluarga  Bapak/mama juga   mengalami kelaparan hebat karena musim paceklik.  Bapak/mama juga tidak memiliki kebun yang luas sehingga  makanan saat itu hanya  sagu”

” Kehidupan saat itu sangat  susah. Saya terinspirasi kejadian kelaparan hebat itu dan ketika mau mencalonkan diri menjadi calon Bupati tahun 2015 silam saya bersama Bapak Daniel Asa (Almarhum) mengusung program RPM supaya rakyat Malaka  berkelimpahan makanan dan tidak kelaparan di tanah yang subur”

” Kita mengusung program RPM karena Capital rakyat satu-satunya adalah tanah sehingga harus dioptimalkan pemanfaatannya  supaya rakyat tidak kekurangan makanan di tanah yang subur”

” Dibidang kesehatan, saya terinspirasi ketika mama sakit, kami anak-anak harus patungan untuk berobat. Saat mama sakit dan harus berobat di Jakarta menghabiskan dana Rp 50 juta untuk berobat,   kami anak-anak harus patungan”

” Karena itu saat mencalonkan diri menjadi Bupati saya usung program pengobatan gratis dimana semua biaya pengobatan selama sakit ditanggung pemerintah”

” Untuk berobat pemerintah  harus ambil alih dengan  pertimbangan bahwa kalau orang sakit tidak bisa kerja dan menjadi beban keluarga. Keluarga juga harus membuang waktu dan biaya untuk mengurus orang sakit tentu kerugian yang diperoleh juga ganda sehingga pemerintah harus ambil alih untuk meringankan beban keluarga”

” Saat  kampanye Pertemuan terbatas di  Nanebot saya katakan kepada keluarga di Nanebot bahwa  anak-anak yang kerja diluar Malaka jangan kawatir dan  jangan takut karena pemerintah siapkan pengobatan gratis untuk keluarga yang ditinggalkan,  termasuk pacul tanah gratis sehingga keluarga ada kebun supaya tidak kekurangan makan”

” Bila diberi mandat rakyat kita tetap pertahankan dan tingkatkan program-program itu supaya rakyat banyak yang dibantu dan menerima manfaat dari program-program itu”

” Dulu  di Malaka sering terjadi banjir dan sekarang tidak banjir lagi  karena pemerintah kerja tanggul dan penguatan tebing. Itu perubahan. Dulu jalan abu dan berlumpur tetapi sekarang jalannya sudah baik dan jalan yang belum baik  tetap diperbaiki. Itu juga perubahan. Itulah program-program yang dikerjakan SBS-WT bila mendapat mandat rakyat dalam pilkada 9 Desember mendatang” (boni)