SBS : Jangan Tipu-Tipu Rakyat Saat Kampanye

Calon Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran meminta rakyat Malaka jangan mudah percaya dengan pihak-pihak yang suka kampanye dengan cara tipu-tipu rakyat.

Di Malaka baru ada satu Bupati/Wakil Bupati Malaka hasil Pilkada 2015 yakni Stefanus Bria Seran – Daniel Asa (Almarhum)

Bagi kandidat atau tim kampanye yang memanggil dengan sebutan Bupati/Wakil Bupati Malaka itu penipuan sehingga jangan dipercaya.

Hal itu disampaikan Calon Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dihadapan rakyat dalam Kampanye Pertemuan Terbatas di Desa Rabasa Biris – Kecamatan Wewiku- Kabupaten Malaka, Kamis (18/11-2020)

Dikatakannya, pemanggilan Pasangan calon dengan sebutan Bupati dan wakil Bupati itu sebuah penipuan terhadap rakyat karena kita baru gelar satu kali pilkada dan baru hasilkan Bupati/Wakil Bupati definitif yakni SBS-DA, selain itu tidak ada Bupati yang lain.

” Ini penipuan.  Orang Malaka tidak ada budaya tipu orang. Saya tidak suka kandidat datang tipu rakyat saat kampanye karena kampanye itu merupakan salah satu sarana memberikan pendidikan politik untuk rakyat”

” Saya minta kepada tim kampanye SBS-WT agar tidak jelekkan orang lain saat kampanye tetapi gunakan kampanye sebagai media untuk memberikan pendidikan politik kepada rakyat”.

” Saya yang datang ini adalah Bupati Malaka yang sementara cuti untuk kampanye dan akan aktif lagi bertugas sebagai Bupati tanggal 6 Desember mendatang”

” Sebagai Bupati Petahana sangat bertanggung jawab untuk keberhasilan pilkada yang berkualitas sehingga hal-hal yang ditemui di lapangan yang keliru dan bengkok maka harus dibetulkan dan diluruskan agar tidak menyesatkan masyarakat”

” Saya minta kepada Panwaslu dan Panwascam yang bertugas saat kampanye supaya mengawasi pelaksanaan kampanye sehingga isi kampanye tidak boleh menipu rakyat dan menyesatkan banyak orang”

” Bila ditemukan hal-hal seperti itu pada paslon atau tim kampanye manapun supaya langsung ditegur agar tidak mengulangi kesalahan yang sama”

” Paslon atau tim kampanye yang suka menyerang figur lain atau menyebarkan berita hoax supaya ditegur agar pelaksanaan kampanye tidak menyesatkan rakyat, berkualitas dan bermanfaat untuk rakyat” ( boni)