Massa Pendukung Paslon SN-KT Diduga Kuat Melakukan Tindak Pidana Dalam Sehari 3 Kasus

Massa pendukung Paslon SN-KT diduga kuat melakukan tiga tindak pidana dalam kurun waktu satu hari.

Massa SN-KT diduga kuat melakukan tindak pidana penganiayaan di dusun Umafatik – Desa Haitimuk, tindak pidana pengeroyokan bagi warga dusun Wematan – Desa Haitimuk dan tindak pidana pengrusakan di dusun Umafatik -Desa Haitimuk.

Terhadap peristiwa itu Polisi masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti serta mengusut persoalan itu hingga tuntas.

Hal itu disampaikan Kapolres Malaka, AKBP Albertus Neno melalui Kapolsek Weliman, IPTU Oscar Pinto saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (26/11-2020).

Dikatakannya, telah terjadi tindak pidana Penganiayaan dengan cara mengeroyok yang dilakukan oleh pelaku An. M,  Cs.

Kapolsek menjelaskan fakta – fakta yang dikumpulkan :

” Pada hari Kamis tanggal 26 November 2020 sekitar pukul 17.20 wita wita bertempat di Dsn. Umafatik, Ds. Haitimuk, Kec. Weliman, Kabupaten Malaka telah terjadi tindak pidana Penganiayaan dengan cara mengeroyok yang dilakukan oleh pelaku An. M, Cs. yang mengakibatkan korban An. Benediktus Tae mengalami luka robek pada kepala bagian belakang dan memar pada punggung belakang korban Benediktus Tae^

” Kronologis kejadian : menurut keterangan dari korban An. Benediktus Tae awal kejadian pada saat korban melakukan perjalanan dari arah betun hendak pulang ke rumah yang beralamatkan di Dsn. Wematan, Ds. Haitimuk, Kec. Weliman, Kab. Malaka, didalam perjalanan tepatnya di TKP melintas massa Paslon Paket SNKT, kemudian korban dihadang oleh pelaku An. M,  Cs, tanpa alasan jelas para pelaku langsung menganianya dengan cara memukul korban dengan menggunakan kepalan tangan dan kayu pada bagian kepala dan tubuh korban, akibat kejadian tersebut korban mengalami luka robek pada kepala bagian belakang dan memar pada punggung belakang” .

” Untuk sementara korban masih mendapatkan penanganan secara medis”

Dalam kasus kedua Kapolsek Weliman menjelaskan telah terjadi tindak pidana Penganiayaan dengan cara mengeroyok yang dilakukan oleh massa Paslon Paket SNKT.

” Fakta – fakta : Pada hari Kamis tanggal 26 November 2020 sekitar pukul 17.00 wita bertempat di Cabang Dsn. Wematan, Ds. Haitimuk, Kec. Weliman, Kab. Malaka telah terjadi tindak pidana Penganiayaan dengan cara mengeroyok yang dilakukan oleh massa Paslon Paket SNKT yang mengakibatkan korban An. Oktovianus Kebo mengalami memar dan lebam pada bagian kepala dan untuk para pelaku masih dalam penyelidikan.

” Kronologis kejadian : menurut keterangan dari Korban An. Oktovianus Kebo awal kejadian korban dengan kawan2 sedang duduk di Posko Pemenangan Paket SBS-WT, selanjutnya Massa Paslon Paket SNKT lewat di depan Posko, kemudian salah satu kawan korban An. Melki berdiri di pinggir jalan, kemudian Korban datang menghampiri Melki dengan maksud agar tidak berada dan berdiri di pinggir jalan dan masuk kedalam rumah, selanjutnya Massa Paslon Paket SNKT yang sedang melintas berhenti dan turun dari atas motor langsung menuju Melki, melihat massa menuju Melki Korban langsung lari kearah belakang rumah menuju kebun, sampai dikebun tiba – tiba korban langsung aniaya oleh massa Paslon Paket SNKT dengan menggunakan kepalan tangan dan kaki pada bagian kepala, atas kejadian tersebut korban mengalami memar dan lebam pada kepala dan wajah.

” Membawa korban ke RSPP Betun untuk mendapatkan pertolongan dan penanganan secara Medis”

Dalam kasus ketiga Kapolsek Weliman menjelaskan telah terjadi tindak pidana Pengerusakan yang dilakukan oleh massa simpatisan Paslon Paket SNKT yang mengakibatkan Rumah bagian kaca jendela mengalami kerusakan (Pecah)

” Fakta – Fakta: Pada hari Kamis Tanggal 26 November 2020 sekitar pukul 17.10 wita bertempat di Dsn. Umafatik, Ds. Haitimuk, Kec. Weliman, Kab. Malaka telah terjadi tindak pidana pengerusakan dengan cara melempar dengan menggunakan batu yang dilakukan oleh massa simpatisan Paslon Paket SNKT setelah melakukan Kampanye Pertemuan terbatas di Kec. Wewiku terhadap Bangunan Rumah milik korban An. Vinsensius Soka Righo”

” Para Pelaku dalam lidik”

“Kronologis kejadian: menurut keterangan Saksi An. Maria Stevania Soka Righo kejadian berawal pada saat sedang duduk di kios, dimana saksi melihat seseorang laki – laki lewat dan masuk ke halaman Rumah saksi, yang mana pada saat laki2 tersebut berada di halaman rumah saksi, tiba – tiba massa simpatisan Paslon Paket SNKT melintas dan langsung melakukan lemparan dengan menggunakan Batu secara berulang kali yang mengenai Kaca jendela bagian depan rumah saksi, akibat kejadian tersebut rumah bagian kaca jendela mengalami kerusakan atau pecah.

” Tindakan kepolisian :
Mengamankan BB berupa 1 unit SPM Jenis Honda CBR dan sebilah Pisau, mengamankan 2 orang yang diduga pelaku pengerusakan”

“Kerugian material diperkirakan kurang lebih Rp. 500.000,”

“Sampai dengan saat ini situasi berangsur kondusif” (boni)