Paslon SBS-WT Putuskan Ajukan Gugatan ke MK

Pasangan Calon Bupati/ Wakil Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran/Wendelinus Taolin dengan tagline SBS-WT memastikan tidak
menandatangani Berita Acara
Hasil Pleno KPU Malaka atas rekapitulasi suara pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Malaka tahun 2020 yang digelar di Betun – Ibu Kota Kabupaten Malaka, Rabu (16/12-2020).

Ketika memasuki sesi penandatanganan berita acara oleh para saksi, giliran dipersilahkan saksi paslon 02 untuk maju, Saksi atas nama, Emilianus Charles Lalung berdiri dan menyampaikan sikap paslonnya terhadap hasil perolehan suara.

Charles ketika diberi kesempatan menegaskan kembali pernyataan Ketua KPU Malaka bahwa pelaksanaan pilkada berjalan aman dan lancar tetapi dirinya menilai bahwa pada terminologi ini tidak menunjukan kebenaran dan validitas sesuai yang diharapkan.

“Kami cukup mengerutkan kening ketika menyaksikan begitu masifnya pemilih yang menggunakan KTP-elektronik. Pilkada Malaka adalah pesta demokrasi rakyat Malaka. Sebagaimana pesta pada umumnya, rakyat perlu merayakan pesta demokrasi. Tapi dari lapangan kami sedih mendengarkan ada banyak yang tidak merasakan kebahagiaan itu karena mereka mengalami intimidatif,”

” Penyelenggara maupun stakeholder lainnya telah melaksanakan profesional. Bukan tidak mempercayai tetapi dalam sebuah adagium ibarat pertandingan sepak bola, wasit ikut menyumbangkan gol indah pada pasangan yang dikasihinya”.

“Oleh karena itu dalam semangat solidaritas dengan rekan-rekan yang sudah berjuang baik di tingkat PPS maupun PPK maka berdasarkan pertimbangan terdahulu maka dengan penuh kerendahan hati dan rasa hormat, kami menggunakan hak kami untuk tidak menandatangani hasil rekapitulasi perhitungan suara pada rapat pleno kali ini dan akan menempuh jalur lain sesuai mandat konstitusi kita”

Ketua KPU Malaka, Makarius B Nahak dalam kesempatan itu menyampaikan terkait hasil perolehan suara yang tidak ditandatangani Saksi Paslon 02, Makarius menegaskan bahwa itulah demokrasi. KPU mempersilahkan paslon 02 mengajukan gugatan sengketa pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Juru bicara KPU Malaka, Yosep Nahak secara terpisah kepada wartawan mengatakan kalau ada perselisihan sengketa pilkada maka dipersilahkan karena itu hak paslon yang mengajukan keberatan ke MK.

” Kita tunggu saja keputusan MK dalam waktu 3×24 jam apabila tidak ada sengketa hasil pemilih maka kita tetapkan calon terpilih,”

Soal tingkat partisipasi pemilih dalam pilkada Malaka 2020, Yosep mengatakan, partisipasi 85, 32 persen atau meningkat dari pilkada Malaka lima tahun sebelumnya 72 persen.

Sementara itu dalam pembacaan hasil perolehan suara dari kedua paslon oleh Komisioner KPU Malaka dimana perolehan suara Paslon 01 meraih  50.890 suara dan Paslon 02 meraih  49.906 suara atau selisih 984 suara untuk keunggulan Paslon 01. (boni)