Perpenda Desak Bawaslu Malaka Tindak Lanjuti Laporan Warga Terkait Dugaan Kecurangan Penyelenggaraan  Pilkada Malaka 2020

Perpenda Kabupaten Malaka mendesak jajaran Bawaslu Malaka untuk segera menindaklanjuti laporan warga di Bawaslu Malaka terkait dugaan kecurangan dalam penyelenggaraan pilkada Malaka 2020 sesuai laporan warga di Bawaslu Malaka tanggal 6 Januari kemarin.

Perpenda juga mendesak Bawaslu agar responsif dan bisa mengambil langkah-langkah tegas supaya laporan warga itu segera diinformasikan ke publik terkait langkah-langkah penanganannya agar tidak menjadi bahan pertanyaan publik.

Ketua Perpenda Kabupaten Malaka, Robby Koen mengatakan hal itu kepada wartawan di Betun – Malaka, Kamis ( 7/1-2020).

Dikatakannya, saat ini rakyat Malaka lagi menunggu langkah-langkah Bawaslu Malaka terkait laporan warga terutama penanganannya sehingga tidak menjadi bahan pertanyaan masyarakat.

” Sesuai ketentuan, Bawaslu harus bisa memberikan kepastian dalam waktu 2×24 jam setelah mendapatkan laporan apakah laporan itu bisa ditindak lanjuti atau tidak”

Primus Seran Taek, salah seorang pelapor di Bawaslu secara terpisah kepada wartawan berharap Bawaslu Malaka harus proaktif memproses laporan itu sesuai kewenangan yang dimiliki.

” Kita sudah laporkan  dan teknisnya  kita percayakan Bawaslu Malaka untuk menindaklanjuti laporan itu sesuai mekanisme yang berlaku”

Sekretaris  Bawaslu Malaka,  Andreas Nahak kepada wartawan mengatakan Ketua Bawaslu bersama dua Komisioner tidak berada dikantor karena sedang dalam tugas di Bawaslu Provinsi NTT, sehingga  laporan tersebut diterima oleh Staf Divisi Hukum Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa untuk proses lebih  lanjut.

“Laporan ini sudah dimuat dalam laporan Form A1 dan sudah diserahterimakan kembali oleh pelapor. Selanjutnya kami akan men-scan laporan ini dan mengirimkan kepada Komisioner untuk dipleno”

Ketua Bawaslu Malaka, Petrus Nahak Manek kepada wartawan mengaku pihaknya telah menerima laporan tersebut dari Sekretariat Bawaslu di Malaka dan sedang melakukan kajian awal, sesuai Perbawaslu Nomor 8 Tahun 2020.

“Kita sudah terima laporannya, dan kita sedang melakukan kajian awal. Patokan kita adalah
Perbawaslu Nomor 8 Tahun 2020, bahwa setela terima laporan dari terlapor, kami butuh 2 X 24 Jam untuk melakukan kajian awal, apakah laporan yang dibuat pelapor sudah memenuhi syarat formil dan materil”

” Jika laporan tersebut dinilai sudah memenuhi syarat formil dan materil maka akan melanjutkan proses. Tetapi jika belum memenuhi maka kita kembalikan ke pelapor untuk dilengkapi dalam jangka waktu 2 hari” ( boni /berbagai sumber)