Meco : ” Cara Obok-Obok DPT di Malaka -NTT Sangat Canggih, Harus Dibongkar Supaya Tidak Jadi Model Permainan DPT Nasional”

Anggota tim Penasehat Hukum Paslon SBS-WT, Joao Meco mengatakan cara ‘mengobok-obok ‘ DPT di Kabupaten Malaka yang diduga kuat melibatkan KPU Malaka harus dibongkar hingga tuntas dan diakhiri supaya tidak menjadi model permainan DPT Nasional yang bisa merembet untuk Pilpres, Pileg DPR RI, DPD ,  Pilgub, Pilkada Bupati/Wali Kota dan DPRD.

Dari hasil analisa tim pola yang digunakan untuk mengobok-obok DPT termasuk canggih sehingga harus diluruskan dan diusut tuntas agar tidak mencederai pelaksanaan pesta demokrasi di Indonesia khususnya di  Kabupaten Malaka Provinsi NTT.

Hal itu disampaikan Joao Meco kepada Wartawan di Betun – Ibu Kota Kabupaten Malaka, Senin (11/1-2020).

Meco mensinyalir pola yang digunakan untuk mengutak atik DPT menggunakan  pola yang lumayan canggih sehingga harus dibongkar agar  tidak menjadi model permainan DPT yang dapat ditiru dan merembet ke daerah-daerah lain di Indonesia.

” Kita Contohkan saja dalam penelusuran tim  ditemukan juga kejanggalan yang lain yakni adanya pendobelan 98 nama pemilih di Desa Numponi, Kecamatan Malaka Timur”

” Dalam sistem entry data yang normal urutannya adalah NIK, NKK, Nama, Tempat Tanggal Lahir dan Alamat. Namun, untuk menyiasati hal tersebut, urutannya diacak sedemikian rupa untuk mengelabui”

“Belum lagi kita sortir ada yang di Bali sudah 15 tahun, dia pilih juga. Itu ada. Kita juga temukan bahwa (pemilik) NIK ini dan NKK ini sekarang dimana dia sudah pindah penduduk bahkan ada yang di luar Provinsi NTT,”

” Kita juga  heran karena  banyak NIK dan NKK yang tidak berlaku tapi masuk di database Dukcapil”

 “Sampai pada tahapan KPU entry (data pemilih) dan penetapan sebagai DPT itu proses tahapan ini bagaimana mulai dari coklit data, survey oleh petugas di setiap rumah, benar mereka lakukan atau mereka asal taro?”

” Data dalam laporan ini terkategori dalam beberapa bagian yakni NIK tidak ada dalam database kependudukan , nama berbeda NIK identik, Nama sama NIK ganda, nama identik NIK identik nama ganda dalam DPT dan juga 1 NKK alamat berbeda.”

” Salah satu kejanggalan yang juga ditemukan di Desa Kamanasa adalah NIK yang sama bisa dipakai 6 orang dengan nama yang berbeda”

“Salah satu contoh pemilih siluman adalah adanya kejanggalan saat ditelusuri”

“Misalnya kita satu rumah, dalam satu Kartu Keluarga (KK) otomatis NKK (Nomor Kartu Keluarga) kita sama,. Anehnya, yang kita temukan itu NKK-nya sama tapi alamatnya berbeda – beda. Masa kita tinggal satu rumah dengan istri anak terus alamat beda – beda? Nah itu yang kita katakan bahwa ini pemilih siluman. Ini kan jelas tidak benar,” ( boni/ Sumber : Pos Kupang)