KIBAR Indonesia : Kutuk Bom Makasar, Bukti Kaum Radikal Masih Ada dan Bergentayangan.

Kibar Indonesia mengutuk keras aksi bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makasar, minggu (21/3) . Data awal yang disampaikan Kapolda Sulawesi Selatan menewaskan 1 orang yang diduga pelaku dan 18 orang luka-luka terdiri dari 9 anggota masyarakat, 5 petugas gereja dan 4 orang jemaat yang baru selesai mengikuti perayaan misa minggu palma.

“Radikalisme itu masih ada, sel mereka terus bekerja dalam senyap, masyarakat bisa menjadi garda terdepan jangan biarkan aparat berjalan sendiri karena kaum radikal itu ada di tengah masyarakat. Kami menduga peristiwa ini merupakan respon dari kelompok radikal atas keberhasilan Densus 88 menangkap beberapa jaringan mereka belakangan ini. Untuk itu kami dukung aparat untuk tangkap seluruh jaringannya”, tegas Frans Watu Sekjen Kibar Indonesia.

Sangat disayangkan aksi bom bunuh diri terjadi di pintu gerbang Gereja Katedral di Jalan Kajaolalido, MH Thamrin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, minggu pagi terjadi saat umat Katolik tengah melaksanakan misa minggu palma sebagai tanda memasuki pekan suci.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara di lokasi ledakan bom bunuh diri ditemukan potongan tubuh dengan kondisi mengenaskan, badannya hancur beserta sepeda motor yang dikendarainya.

Kami sependapat dengan apa yang disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI), peristiwa ini jelas bertentangan dengan ajaran agama dan sangat tidak manusiawi, peristiwa ini jangan dikaitkan dengan agama atau golongan tertentu agar tidak menganggu ketenangan dalam masyarakat. Kalau masyarakat panik dan ketakutan tentu akan membuat kelompok radikal senang karena misinya dianggap berhasil menimbulkan teror bagi masyarakat, lanjut pria yang juga Wakil Sekjen Media Independen Online Indonesia (MIO).

BOM Makasar hari ini adalah bukti kaum radikalisme masih eksis, mereka selalu menunggu momentum dan selalu represif jika ada kelompok atau jaringan mereka yang tertangkap apparat. Peristiwa nahas yang menimbulkan korban luka ini menambah daftar panjang aksi kekerasan dan teror yang terjadi di Indonesia. Percaya dan yakin aparat kepolisian mampu mengusut tuntas kasus ini dan menciptakan suasana aman dan nyaman bagi rakyat Indonesia, khususnya warga Makassar. (fw)