Pj Bupati Malaka Segera Tangani Penyebab Banjir Bandang Benenai

Pj Bupati Malaka, Viktor Manek bersama jajarannya segera membuat terobosan untuk penanganan penyebab banjir bandang Benenai yang meluap pada tiga titik sepanjang DAS Benenai.

Dari hasil pantauan di lapangan Pj Bupati sudah berkomunikasi dengan Camat dan desa yang terdampak langsung luapan banjir bandang agar segera memasukkan laporan terkait kondisi riil yang dihadapi dilapangan untuk dikaji dan dianalisa guna penanganan lebih lanjut.

Hal itu disampaikan Pj Bupati Malaka, Viktor Manek menjawab pertanyaan wartawan di Aula Kantor Bupati Malaka, Senin ( 29/3-2021).

Dikatakannya, sesuai pantauan pada beberapa titik banjir sepanjang DAS Benenai terdapat tiga titik luapan banjir bandang Benenai yakni di titik Oanmane – Malaka Barat, Titik pertemuan antara desa Forekmodok – Naimana dan titik pertemuan di desa Lawalu – Motaain.

” Dalam kunjungan kemarin para kepala desa dan Camat yang daerahnya terdampak langsung banjir bandang Benenai sudah diminta untuk membuat laporan secara rinci terkait kondisi riil di lapangan sebagai dasar untuk mengambil langkah-langkah penting”

” Dalam waktu dekat sudah ada laporan dari kepala desa dan Camat yang wilayahnya terdampak banjir bandang Benenai untuk selanjutnya dianalisis apakah masuk dalam Cluster tanggap darurat bencana atau cluster siaga, selanjutnya akan diambil langkah-langkah yang diperlukan untuk penanganannya”

Kalak BPBD Kabupaten Malaka, Gabriel Seran secara terpisah kepada wartawan mengatakan dari hasil pantauan dan pendataan di lapangan terdapat 2.150 meter tanggul yang harus dikerjakan pada tiga titik luapan banjir sepanjang Sungai Benenai.

” Pada titik di Desa Oanmane – Kecamatan Malaka Barat perlu dibuatkan tanggul sepanjang 1000 meter. Awalnya kita hitung hanya 600 meter saja tetapi hanya bisa selamatkan di Busabelo sehingga ditambah lagi 400 meter sehingga bisa tuntas hingga Nuhatimuk. Pada ruas ini juga pada beberapa titik akan dibangun bronjong penahan agar tidak terjadi longsor”

” Sementara itu pada titik pertemuan antara desa Forekmodok – Naimana harus dibangun tanggul sepanjang 550 meter”

” Pada titik pertemuan antara desa Lawalu – Motaain akan dibangun tanggul sepanjang 600 meter agar bisa menyelamatkan pemukiman warga dan lahan pertanian masyarakat”

” Semua data yang dibutuhkan sementara disiapkan Camat dan Desa. Secara teknis, dinas PU sudah membuat design gambar dan RAB untuk selanjutnya dirapatkan bersama Pj Bupati Malaka bersama dinas teknis terkait untuk mendapatkan arahan lebih lanjut” ( boni)