Lima Titik Jebol Banjir Bandang di Malaka Harus Segera Ditangani

Lima titik jebol banjir Bandang Benenai di Kabupaten Malaka harus segera ditangani pemerintah agar tidak berdampak buruk bagi masyarakat yang bermukim sepanjang DAS Benenai.

Kelima titik jebol banjir yang harus segera mendapatkan penanganan itu yakni dititik desa Oanmane dan titik jebol di desa Motaulun keduanya di Kecamatan Malaka Barat, Penghubung Desa Motaain ( Kecamatan Malaka Barat ) dengan Desa Lawalu ( Kecamatan Malaka Tengah), titik penghubung Desa Forekmodok ( Kecamatan Weliman) dengan Desa Naimana ( Malaka Tengah), dan titik terakhir di SD Bestrin – Desa Naimana ( Malaka Tengah).

Dari hasil kajian sementara tim dari Dinas teknis terkait kelima titik jebol diatas menjadi penyebab melubernya banjir dan sangat berdampak bagi kehidupan masyarakat sepanjang DAS Benenai.

Dari hasil pantauan dan kajian kelima titik jebol banjir itu bisa dikategorikan dalam tanggap darurat bencana.

Hal itu disampaikan Pj Bupati Malaka, Viktor Manek melalui Kalak BPBD Kabupaten Malaka, Gabriel Seran saat dihubungi wartawan, Sabtu (3/4-2021) malam ini.

Dikatakannya, sesuai arahan Pj Bupati Malaka dinas teknis terkait sudah mengambil langkah-langkah strategis untuk melakukan penanganan di lapangan.

” Dinas PU sudah melakukan pengukuran dilapangan termasuk membuat design gambar dan RAB”

” Kita mengadop model penanganan banjir dengan mengatasi penyebab banjir seperti yang dilakukan Bupati Perdana Malaka, SBS karena sangat efektif , hasilnya tidak ada banjir selama lima tahun terakhir”

” Secara teknis dinas PU yang melakukan hal itu melalui design gambar dan RAB”

” Saat ini juga tim reaksi cepat dari BPBD sementara melakukan pendataan di desa-desa yang terdampak banjir seperti kerusakan jalan dan jembatan, deker, irigasi pedesaan termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan serta sarana pelayanan publik lainnya”

” Bila dalam pendataan itu ada infrastruktur dan sarana/prasarana penting yang rusak maka perlu dilakukan perbaikan agar tidak mengganggu aktifitas masyarakat” ( boni)