Malaka Dinyatakan Darurat Bencana

Kabupaten Malaka yang berbatasan langsung dengan negara tetangga  RDTL dinyatakan  darurat bencana.

Pernyataan itu resmi berlaku setelah Pj Bupati Malaka, Viktor Manek menandatangani pernyataan darurat bencana di Betun- Ibu Kota Kabupaten Malaka, Senin ( 5/4-2021).

Pj Bupati Malaka, Viktor Manek dalam konfrensi persnya membenarkan dirinya telah menandatangani dokumen pernyataan bencana dan Malaka dinyatakan darurat bencana.

” Hari ini kami sudah menggelar rapat dan Pj Bupati menandatangani Pernyataan bencana sekaligus menandatangani surat untuk pengambilan beras cadangan di dolog Atambua”

” Upaya pemerintah saat ini adalah menyelamatkan masyarakat yang terjebak banjir. Kita selamatkan manusianya dulu baru urus infrastruktur”

” Ada 6 traktor besar milik pemerintah diback up mobil Hilux dan mobil Ambulance  turun ke lokasi bencana di Aintasi untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir bandang Benenai”

” Bagi warga yang sakit langsung diangkut mobil Puskesmas untuk  mendapatkan penanganan”

” Sejak semalam saya sudah meminta bagian keuangan melakukan upaya penanganan bencana sesuai regulasi yang ada”

” Laporan sementara  ada 23 desa
di Malaka yang terendam banjir”

” Pemerintah Kabupaten Malaka bersama Polri dan TNI  serta  Banser NU Malaka  sudah mengerahkan kekuatan penuh untuk mengevakuasi para korban banjir yang terjebak”

“Terkait stok bahan makanan  sudah disediakan   di dapur umum yang terpusat di Susteran SSPS Betun , juga dapur umum yang tersebar di beberapa lokasi   dan siap mendistribusikan makanan ke korban yang terjebak melalui perahu karet dari BPBD”

” Korban yang berhasil  dievakuasi ditempatkan di beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Malaka”

” Terkait kerusakan infrastruktur saya belum bisa jelaskan saat ini.  Masyarakat jangan khawatir  karena pemerintah  bersama TNI- Polri  tetap ada untuk masyarakat”

Sementara itu banjir bandang yang menggenangi Kabupaten Malaka sejak seminggu terakhir mendapat perhatian semua pihak.

Terpantau  Pemerintah Kabupaten Malaka ,  TNI , Polri , Brimob dan Banser NU Kabupaten Malaka di terjunkan dengan kekuatan penuh guna  mengevakuasi korban yang terjebak Banjir  sejak  tadi malam hingga sekarang,  Senin (5/4/2021).

Kapolres  Malaka, AKBP  Albert Neno  kepada wartawan mengatakan dalam mengevakuasi masyarakat yang terjebak banjir pihaknya   menurunkan  280 anggota Kepolisian,   ditambah anggota Brimob dari Atambua  ,  TNI dari Yon Raider 744 / Kompi A dan Kompi B sebanyak 100 personil  dan  Anggota Koramil yang ada di Malaka  sebanyak  100 pesonil serta  Banser NU Kabupaten Malaka  sebanyak 15 personil .

” Mengenai korban akibat terbawa arus sementara dilaporkan  sebanyak 4 orang yang meninggal dunia terdiri dari 1 orang anak  dan 3 orang dewasa” ( boni/ed)