Bencana Banjir Malaka – NTT Semakin Meluas di 30 Desa dan 6 Kecamatan

Dampak bencana banjir di Kabupaten Malaka – Provinsi Nusa Tenggara Timur semakin meluas. Sebelumnya dilaporkan hanya terjadi di 23 desa pada 4 Kecamatan yang terdampak tetapi saat ini sudah meluas ke 30 desa dan 6 Kecamatan.

Jumlah Kecamatan dan desa yang terdampak banjir bandang dirincikan Kecamatan Malaka Barat 16 Desa, Malaka Tengah 6 desa, Weliman 4 Desa, Wewiku 2 Desa, Kobalima 1 desa dan Io Kufeu 1 desa.

Pj Bupati Malaka melalui Kalak BPBD Kabupaten Malaka, Gabriel Seran mengatakan hal itu kepada wartawan di Posko Malaka Barat – Besikama , Selasa (6/4-2021).

Dikatakannya, sesuai arahan Pj Bupati Malaka dan sesuai hasil rapat koordinasi lintas sektor diputuskan untuk membuka dua posko pelayanan bagi warga.

Pertama, di Susteran Betun dan SMP Sabar Subur Betun. Kedua, di Malaka Barat dibuka Posko pelayanan di Kantor Camat dan Kantor BPBD.

Terkait kondisi warga, Gabriel mengatakan Pemerintah bekerja sama dengan TNI – Polri untuk mengevakuasi warga terutama di desa-desa di Aintasi untuk diungsikan ke sekolah-sekolah disekitar Aintasi termasuk diungsikan ke SMP Sabar Subur Betun. selanjutnya untuk kebutuhan makan minum didrop dari Posko di Betun – Malaka Tengah.

Selanjutnya di Malaka Barat, warga diungsikan ke SMAN 1 Malaka Barat dan SD I Besikama. Sementara untuk kebutuhan logistik didrop dari posko di Kantor Camat Malaka Barat.

” Tindakan evakuasi tetap dilakukan karena ketinggian air pada beberapa desa di Aintasi mencapai 1 hingga dua meter dan para warga terjebak didalam rumah, tidak bisa akses keluar

” Di Malaka Barat dan Weliman kondisi terparah di desa Motaulun, Naas dan Maktihan serta Kleleseon. Banjir memasuki rumah penduduk 1-2 meter sehingga menyulitkan akses rakyat”

” Dari hasil pantauan kita banyak rumah warga yang ambruk diterjang banjir, infrastruktur jalan dan jembatan di desa-desa tertimbun material banjir dan rusak, lahan pertanian masyaralat baik jagung, shorgum dan sawah rusak berat dan tertimbun endapan lumpur”

” Kita sudah minta kepada tim kita, desa dan Camat untuk terus melakukan pemantauan dan mencatat berbagai kerusakan akibat banjir untuk diambil langkah-langkah selanjutnya” ( boni)