Peduli Kemanusiaan,  Partai Golkar Malaka Berbagi Kasih Bersama Warga Terdampak Banjir

Persoalan bencana banjir yang melanda  Kabupaten Malaka beberapa hari terakhir cukup menyita perhatian banyak pihak.

DPD II Partai Golkar sebagai Partai Pemenang Pemilu di Kabupaten Malaka  ternyata sangat responsif terhadap situasi bencana banjir di Malaka.

Kehadiran Partai Golkar ditengah rakyat merupakan  wujud konkrit kepedulian Partai Golkar atas bencana yang menimpa rakyat Malaka.

Selain menyerahkan bingkisan kasih Partai Golkar juga saling memberi kekuatan kepada warga dalam menghadapi bencana banjir yang terjadi.

Ketua DPD II Partai Golkar, Adrianus Bria Seran, SH mengatakan hal itu kepada wartawan saat penyerahan bingkisan kasih bagi warga di Kecamatan Weliman dan Malaka Barat, Selasa (6/4-2021).

Dikatakannya, persoalan banjir Malaka merupakan peristiwa kemanusiaan sehingga semua pihak harus memberikan perhatian terhadap masalah ini.

Ketua DPD II Partai Golkar yang juga Ketua DPRD Kabupaten Malaka itu mengatakan sesuai kewenangan yang dimiliki pihaknya tetap memberikan dukungan kepada pemerintah untuk penanganan banjir di Malaka.

” Ini persoalan kemanusiaan sehingga kita harus memberikan perhatian”

Seperti disaksikan media ini Pimpinan Puncak Partai Golkar  Kabupaten Malaka bersama  Anggota Fraksi PG DPRD Malaka dan AMPG Kabupaten Malaka menyerahkan bingkisan kasih kepada warga di Kecamatan Weliman dan Malaka Barat.

” Jangan lihat nilainya tetapi lihatlah semangat dari kita untuk saling membantu antar sesama”

Ketua AMPG Kabupaten Malaka, Robby Klau kepada wartawan mengatakan dalam kunjungan ke rakyat Partai Golkar menyalurkan
bingkisan kasih berupa sembako dan air mineral untuk meringankan beban warga yang terdampak banjir”

” Kita salurkan bingkisan kasih di lokasi pengungsian korban banjir di Kantor Desa Laleten, Kecamatan Weliman”

” Kita serahkan bingkisan kasih kepada 9 keluarga yang terdiri dari 27 jiwa yang mengungsi di tempat itu”

” Hal yang sama dilakukan juga bagi warga di desa Kleseleon,  Desa Motaulun, warga Katara di Desa Fafoe dan Sukabilulik di Desa Oanmane” ( boni)