Evakuasi Korban Banjir Malaka Resmi Dihentikan – Jumlah Pengungsi di Camp Sebanyak 5.271 Jiwa

Evakuasi terhadap korban banjir di Kabupaten Malaka resmi dihentikan pemerintah, Selasa (6/4-2021) pukul 18.00 WITA.

Keputusan pemberhentian evakuasi itu sesuai hasil rapat bersama Koordinator Tim Evakuasi, Kapolres Malaka dan Dandimn 1605/Belu bersama Pj Bupati Malaka, Viktor Manek di Betun kemarin sore.

Bagi masyarakat yang mau mengungsi silahkan bergabung di 9 titik tempat pengungsian terdekat yang disiapkan guna mendapatkan pelayanan pemerintah.

Hal itu disampaikan Kalak BPBD Kabupaten Malaka, Gabriel Seran kepada wartawan, Rabu (7/4-2021).

Dikatakannya, keputusan pemberhentian evakuasi warga yang terdampak banjir di Malaka karena setelah dilakukan penyisiran di desa- desa ternyata warga yang terdampak banjir enggan mengungsi di tempat yang disediakan pemerintah.

” Orang Malaka memang paling sulit diajak mengungsi. Mereka lebih memilih tetap berada di rumah untuk mengemas barang-barangnya agar tidak terhanyut banjir”

” Dari pantauan tim kebanyakan warga memilih mengungsi dalam desa atau desa terdekat pada keluarga-keluarga yang tempatnya relatif aman dan tidak mau diungsikan ke tempat yang disiapkan pemerintah”

” Karena kondisinya seperti itu Penanggung jawab tim Evakuasi yakni Pak Kapolres dan Pak Dandim rapat dengan Pj Bupati Malaka dan memutuskan supaya proses evakuasi dihentikan karena memang tidak ada lagi warga yang mau dievakuasi”

” Kita tetap menerima warga yang mau mengungsi dan silahkan bergabung pada 9 titik tempat pengungsian yang disiapkan pemerintah agar mendapatkan pelayanan”

” Untuk sementara kita tetap memperhatikan kebutuhan makan minum para pengungsi pada 9 titik tempat pengungsian yang ditetapkan pemerintah”

” Stok makanan masih cukup dari sumbangan para donatur. Bila ada kekurangan akan dilayani dari dana emergency yang disediakan pemerintah termasuk dari beras cadangan pemerintah yang ada di dolog”

” Dibidang kesehatan , disetiap tempat pengungsian disediakan satu tenaga dokter dan tenaga kesehatan untuk melayani para pengungsi”

” Ketersediaan obat hingga saat ini masih cukup untuk melayani masyarakat ditempat pengungsian. Bila ada kekurangan segera dikoordinasikan dengan Provinsi dan pusat” ( boni)