Pemerintah Gelar Rapat Sinkronisasi Data Kerugian Bencana Banjir di Malaka

Pemerintah Kabupaten Malaka menggelar rapat evaluasi untuk sinkrononisasi data terkait berbagai dampak serta kerugian yang ditimbulkan akibat banjir di Malaka.

Rapat koordinasi itu mengundang juga para pemerhati sosial terkait bencana banjir di Malaka untuk menyatukan persepsi dan pandangan terkait data yang dihimpun dilapangan.

Rapat itu dimaksudkan agar data yang digunakan itu hanya satu data terutama dalam penanganan penyebab dan efek banjir yang dialami masyarakat yang terdampak banjir.

Dari data yang terhimpun sudah ada 20 desa dari 4 Kecamatan hampir rampung yakni di Kecamatan Malaka Barat, Weliman, Wewiku dan Kecamatan Malaka Tengah.

Sementara itu sesuai hasil rapat tadi malam, Selasa (13/4) Pj Bupati Malaka meminta untuk ada penambahan data dari 4 Kecamatan lain di Kabupaten Malaka yakni Malaka Timur, Laenmanen, Sasitamean dan Kobalima Timur.

Kalak BPBD Kabupaten Malaka, Gabriel Seran mengatakan hal itu kepada wartawan disela rapat koordiasi lintas sektor di Betun, Selasa ( 13/4-2021) malam.

Dikatakannya, sesuai perkembangan pendataan terkait kerugian akibat banjir di lapangan Pemerintah sudah mengundang para pemerhati masalah sosial akibat banjir di Malaka untuk membahas data sesuai hasil temuan dan pendataan dilapangan agar semua stakeholder memiliki data yang sama dalam hal penanganan bencana banjir.

” Kita himpun semua data di lapangan per Kecamatan, desa, dusun baik by name dan by address termasuk semua kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan akibat banjir di Malaka”

” Semua data dan masukan dari semua pemerhati diterima dan direkapitulasi untuk selanjutnya diverifikasi tim teknis yang berkompeten dibidangnya sebagai dasar untuk melakukan intervensi di lapangan”

” Sesuai Instruksi Gubernur NTT bagi Kabupaten/Kota yang terdampak bencana bahwa semua data sudah harus masuk hari ini , Rabu(14/4) sehingga dalam rapat tadi Pj Bupati Malaka meminta kepada Camat dan desa untuk melakukan percepatan untuk pengambilan data di lapangan untuk selanjutnya direkap guna dilaporkan ke Gubernur”

” Tadi malam juga Pj Bupati Malaka meminta kepada empat Camat lain yang wilayahnya dimasukkan dalam pendataan supaya dalam kesempatan pertama memasuklan datanya untuk ikut dilaporkan ke Provinsi”

” Dalam dua hari terakhir Pj Bupati Malaka memerintahkan
Kepala perangkat Daerah bersama ASN serta Teda untuk turun ke setiap Kecamatan, desa dan dusun untuk menyisir dan mendata semua kerugian dan kerusakan yang ditimbulkan akibat banjir sehingga diharapkan tidak ada yang tertinggal”

” Pendataan yang dilakukan di desa berupa kerusakan infrastruktur dasar dan sarana/prasarana seperti jalan, jembatan, saluran, rumah masyarakat yang rusak ( terhanyut banjir/rusak berat, rusak sedang atau rusak ringan), kerusakan lahan dan ternak milik masyarakat serta kerugian lainnya” ( boni)