Ormas BPKel Oi Merah Putih Hongkong Gandeng STIKOM Uyelindo Kupang Bantu Warga Malaka

Peduli sesama tanpa membedakan suku dan Agama, Ormas BPKel Oi Merah Putih Hongkong bergandengan tangan bersama Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi ( STIKOM ) Uyelindo Kupang melakukan tindakan dan aksi nyata bagi warga Kabupaten Malaka.

Aksi yang dilakukan, dengan memberikan Bantuan kepada masyarakat Malaka yang terdampak musibah bencana banjir khususnya di SDI Kleseleon dan 44 KK di dusun Bualaran, Desa Kleseleon, Kecamatan Weliman, pada hari ( Minggu, 18/04/2021).

Ketua BPKel Oi Merah Putih Hongkong, Ariny melalui Pendiri BPK Oi Kota Kupang dan Alor, Dr.Dahlan Hasibun Asikin,S.Ag, M.M.Pd, Sekaligus Dosen Stikom Uyelindo Kupang kepada wartawan mengatakan bantuan yang diberikan untuk meringankan beban warga akibat bencana banjir yang menimpa saudara-saudari di Kabupaten Malaka.

“Kita sangat prihatin dengan kejadian kemarin yang terjadi di Kabupaten Malaka, sehingga didalam perjalanan saya membangun komunikasi dengan beberapa orang mahasiswa di Stikom Uyelindo yang berasal dari Malaka untuk turun langsung kelokasi yang terdampak banjir untuk memberikan bantuan”,ungkap Dahlan.

BPKel Oi Merah Putih Hongkong menyalurkan bantuan berupa Buku Pelajaran, Buku Tulis, Pensil, Bulpen,. akan tetapi karena jarak antar Kupang dan Malaka jauh sehingga bantuan tersebut diberikan dalam bentuk Uang Tunai.

“Bantuan itu diberikan kepada beberapa siswa saja, sebagai partisipasi BPKel Ok Merah Putih Hongkong yang di Jakarta”,kata Dahlan.

Penyerahan tersebut langsung kepada siswa dan disaksikan oleh Kepala SDI Kleseleon, David Leki Kalau, S.Pd.

Semetara itu, Mahasiswa Stikom Uyelindo Kupang salurkan bantuan kepada 44 KK berupa pakaian layak pakai dan beras.

Ariny berpesan kepada masyarakat Malaka, BPKel Oi tidak pernah membeda-bedakan Suku, Agama, Ras dan pada prinsipnya NKRI adalah Harga Mati.

Dr. Dahlan juga mengharapkan dengan adanya bantuan ini mudah-mudah mereka tetap melanjutkan pendidikannya sekalipun dirumah,”yang namanya belajar itu tidak seharusnya disekolah, dirumah pun bisa. Selagi masa pandemi ini, bahkan ditimpa lagi bencana banjir”.

Anggelina Seuk Tahuk, salah satu warga desa Kleseleon ketika ditemui menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada Kampus Stikom Uyelindo yang sudah berpartisipasi dalam memberikan bantuan.(Febry)