Antisipas Musim Barat; Pemda Malaka Diminta Segera Bangun Tanggul Darurat di Kali Benenai – Malaka

Pemerintah Kabupaten Malaka harus segera membangun tanggul darurat sepanjang DAS Benenai terutama untuk menutup titik yang rusak akibat bencana banjir belum lama ini.

Selain menutup sementara titik yang jebol Pemerintah juga harus melakukan normalisasi pada titik -titik yang menghambat lajunya aliran air agar bisa mengalir dengan lancar sehingga tidak meluber kemana-mana.

Pengerjaan tanggul darurat itu untuk mengantisipasi luapan air saat musim barat yang diprediksi terjadi antara Bulan Mei – Juli.

Tokoh masyarakat Malaka; Markus Pandi mengatakan hal itu kepada wartawan saat ditemui di Kali Benenai -Haitimuk – Malaka; Selasa (20/4-2021).

Dikatakannya, untuk menghindari dampak dari musim barat tahun ini sebaiknya pemerintah segera membangun tanggul darurat menggunakan dana tanggap darurat untuk antisipasi hujan Bulan Mei -Juli tahun ini.

‘ Dengan 20 unit exavator yang digerakkan selama 10 hari saja sudah selesai dan paling mahal menghabiskan anggaran Rp 500 – Rp 800 Juta untuk amankan nyawa masyarakat saat terjadinya musim barat”

” Usulan kita sebaiknya pemerintah tanggulangi secara darurat dulu  sambil menanti untuk dibangun secara permanen”

” Kita juga minta supaya alur sungai dikeruk dan dinormalisasi untuk antisipasi musim hujan susulan”

” Kita kawatir saja bila ada musim barat nyawa masyarakat dan kerusakan akan lebih besar sehingga perlu dilakukan normalisasi kali dan buat tanggul darurat untuk amankan masyarakat”

” Alasannya; musim hujan belum selesai apalagi kalau ada musim barat”

Pj Bupati Malaka melalui Kalak BPBD Kabupaten Malaka, Gabriel Seran kepada wartawan mengatakan sesuai arahan Bupati Malaka ada dua model pendekatan penanganan bencana banjir di Malaka yakni mengatasi penyebab dan efek banjir secara bersamaan.

” Untuk Efek banjir yang diurus itu manusianya melalui program tanggap darurat. Kita sudah bangun dapur umum untuk tangani para pengungsi dan saat ini para pengungsi sudah dipulangkan ke rumah, dan saat ini kita sudah masuk dalam program pemulihan pasca banjir”

” Sementara itu untuk penanganan penyebab banjir, pemerintah melalui dinas PU sudah terjun ke lapangan untuk melihat dari dekat kerusakan yang terjadi, termasuk melakukan design gambar dan RAB”

” Kita sudah serahkan semuanya kepada Dinas PU untuk melakukan penanganan dengan harapan dalam waktu yang tidak terlalu lama tanggul bisa dikerjakan menggunakan dana tanggap darurat dari BNPB Pusat” ( boni)
.