Targetkan Emas Olimpiade Tokyo, Perpani Gelar Seleksi Akhir

Jakarta: Pelaksanaan pesta olahraga multi even terbesar di muka bumi ini akan diselenggarakan pada tanggal 23 Juli – 8 Agustus 2021 di negeri Sakura, Jepang. Rencananya ajang olahraga yang diselenggarakan di setiap musim panas, semula akan diselenggarakan tahun lalu namun hajatan ini tertunda dikarenan wabah pandemic covid 19. Panitia Olimpiade Tokyo telah mengingatkan masyarakat Jepang dan dunia untuk memeriahkan even empat tahunan dengan melakukan hitung mundur 100 hari pada 14 Maret 202, meskipun dengan perayaan yang sederhana namun cukup meriah.

Beberapa cabang olahraga prioritas yang diperkirakan mampu mendulang medali kini mulai berpacu dengan waktu, tidak terkecuali cabang olahraga Panahan. Memasuki awal April tim Panahan Indonesia melakukan konsolidasi atlit dan pelatih yang digawangi Manejer Timnas Ikhsan Ingratubun. Sejumlah atlit yang telah lolos seleksi online telah berkumpul dan berlatih di Venue Panahan Gelora Bung Karno, Senayan.

Tidak banyak perubahan hanya tampak satu wajah baru Rezza Octavia. Mahasiswi Universitas Diponogoro yang menjadi andalan tim panahan PON Papua ini mampu menembus elit nasional tim panahan Indonesia berkat seleksi online yang dilakukan akhir tahun 2020. Saat ini sudah ada 8 atlit putra – putri yang telah berlatih dibawa komando Tim Pelatih yang dipimpin oleh Coach Permadi dan Nurfitriana, sedangkan tim compound yang dipersiapkan menuju ajang Sea Games Vietnam saat ini telah berlatih bersama dibawa bimbingan pelatih kawakan Jimmy Lantang.

“Tim ini akan bertambah dengan hadirnya 8 atlit ranking atas seperti Rio Ega dan Deananda yang akan bergabung tanggal 25 April dan selanjutnya akan dilakukan seleksi akhir tanggal 28 – 29 April di GBK Senayan. Seleksi ini dilakukan untuk mendapatkan empat the best putra dan putri yang selanjutnya akan kita berangkatkan ke Kejuaraan Dunia dan Prakualifikasi Olimpiade di Perancis untuk memperebutkan tiket beregu putra dan putri bagi negara yang belum mendapatkan tiket di nomor beregu. Indonesia masih berharap mendapatkan tambahan tiket di nomor beregu baik putra maupun putri, ” tegas Iksan Manejer Timnas yang juga penggiat UMKM di pemusatan latihan Panahan Aryaduta Hotel, Jakarta Selatan.

Ajang seleksi offline ini akan dijadikan momentum unjuk kemampuan bagi para atlit untuk merebut tiket masuk dalam skuad Timnas Panahan yang akan mewakili kontingen Merah Putih di Tokyo. Tampak para atlit benar-benar mempersiapkan diri dalam mengikuti seleksi akhir, tensi persaingan antar pemain sangat terasa, mereka tampak seperti akan menghadapi kejuaraan elit, hal ini karena minimnya kejuaraan nasional selama masa pandemic.

Seleksi akhir ini penting kami lakukan karena keterbatasan waktu dan minimnya kejuaraan dan latihan selama masa pandemic. Kita berharap dari 16 atlit rangking atas yang mengikuti seleksi akan kita peras menjadi 8 atlit terbaik dengan skoring tertinggi, dengan demikian diharapkan tradisi medali atau target emas dapat diraih para arjuna dan srikadi Indonesia, lanjut pria berdarah Makasar.

Humas PB Perpani / Satgas Olimpiade Tokyo : Frans Watu