NU Care – Lazisnu, BPKH RI dan Ansor Salurkan Makanan Berbuka dan Sahur Bagi Korban Badai Siklon Seroja di NTT

Melalui program kemitraan BPKH RI – NU Care Lazisnu dan Ansor kembali menyalurkan bantuan dapur umum dan makanan cepat saji bagi masyarakat yang terdampak bencana badai siklon Seroja di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dr. Rahmat Hidayat selaku Anggota Badan Pelaksana BPKH Bidang Kesekretariatan Badan dan Kemaslahatan mengatakan bahwa, BPKH turut berduka akibat bencana yang melanda masyarakat di NTT. BPKH, lanjutnya, juga terus berupaya tepat sasaran dalam menyalurkan bantuan bagi para korban.

“Kendati tak bisa langsung ke NTT, kami berharap bantuan yang diberikan melalui NU Care – Lazisnu dapat meringankan warga muslim yang menjalankan ibadah puasa usai diterpa bencana badai siklon seroja,” ujar Rahmat Hidayat dalam keterangan resmi melalui press rilisnya, Selasa (27/4/2021)

Rahmat Hidayat melanjutkan dana senilai Rp 200 juta untuk 11.200 penerima manfaat untuk berbuka puasa dan sahur tersebut diharapkan dapat menyentuh para korban bencana yang belum mendapatkan bantuan. “NU Care – Lazisnu memiliki basis data yang luas sehingga kami berharap para korban yang benar-benar membutuhkan bisa mendapatkan bantuan,” kata Rahmat Hidayat menambahkan.

Bantuan makanan cepat saji ini disambut gembira oleh para warga yang terdampak di Takari Kab. Kupang. Ajhar, mewakili penerima manfaat di Takari, Kab. Kupang, Selaku ketua LPBI NU NTT menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian terhadap warga muslim di Kab. Kupang yang sedang menjalankan ibadah puasa yang terdampak bencana badai siklon Seroja.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Program Kemitraan BPKH RI – NU Care LAZISNU, M.Wahib Emha mengatakan pihaknya berkomitmen tepat sasaran dalam penyaluran dana kemaslahatan umat. Dana tersebut akan disalurkan terutama ke wilayah – wilayah yang belum tersentuh bantuan.

“NU Care – Lazisnu menangani penyaluran bantuan makanan cepat saji ini diberikan saat sahur dan berbuka puasa selama 7 hari berturut turut dengan total 11.200 penerima manfaat. Kami juga telah memiliki jaringan relawan santri siaga bencana dalam penyaluran bantuan di NTT,” tutur M.Wahib. ( tim)