Hari Pertama Seleknas Riau Ega dan Diananda Teratas.

Bertempat di Lapangan Panahan GBK Senayan 15 atlit papan atas Panahan Indonesia hari ini beradu ketangkasan melepaskan busur panah menuju satu titik, the best four.

Seleksi berlangsung sejak pukul 08.00 hingga pukul 16.00 wib. Tampak hadir menyaksikan seleksi nasional Ketua Tim Review Kemenpora Prof. Dr.Moch Asmawi,M.Pd, Dody Gambiro Binpres KONI yang juga anggota Tim Review Kemenpora dan sejumlah utusan dari Kantor Kementria Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Tim putra yang terdiri dari 7 pemanah yang datang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogjakarta, DKI Jakarta, Jambi. Sedangkan Tim putri terdiri dari Jawa Timur, DI Yogjakarta, Jawa Barat, Lambung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Papua.


Absennya sejumlah atlit Jawa Timur di pelatnas tahap pertama tahun 2020 bukan menjadikan mereka patah arang. Kehadiran Riau Ega, Diananda dan Ashifa yang sela mini telah menjadi langganan Timnas membuat persaingan memperebutkan 3 Jersey Timnas ke praqualifikasi Olimpiade Perancis makin menarik dan ketat.

Diawali dari babak praqualivikasi hingga aduan, tampak Riau Ega masih belum tertandingi, bahkan penghuni pelatnas seperti Hendra Purnama dan M Hanif dan Arif Dwi Pangestu yang diperkirakan mampu menandingi pemanah flamboyant asal Jawa Timur dibuat tak berdaya.


Hasil akhir klasemen putra Riau Ega unggul dengan skor tertinggi 1653. Ditempat kedua Lisnawanto Putra Aditya -DIY (1615), sedangkan dua atlit penghuni pelatnas Arif Dwi Pangestu-DIY(1598) dan M.Hanif Wijaya-Jambi(1595) menempati urutan 3 dan 4, sedangkan Alfianto Bagas-Jateng(1590) menempati urutan 5. Diluar dugaan Hendra Purnama-DIY(1556) terlempar ke dasar klasemen. Hendra peraih medali emas Sea Games Manila finish di nomor 6 setingkat di atas Richard Maulana Irfan-DKI(1547) yang menduduki juru kunci.

Tampil konsisiten sejak awal, Riau Ega menunjukkan bahwa dirinya masih layak disebut pemanah papan atas. Hadirnya Lilies Handyani sebagai coach yang mendampinginya, Riau Ega seperti ingin menjawab keraguan segelintir orang bahwa dirinya sudah “habis” tak bisa menebus the best four. Riau Ega is back, dia menjawab dengan melesatkan busur panah bagaikan Robin Hood.
Pada nomor putri tidak banyak kejutan yang terjadi. Diananda Choirunisa-Jatim(1567) masih memimpin di urutan pertama, dua atlit Pelatnas Titik Kusumawardhani-DIY (1557) dan Rezza Octavia-Papua (1538) menempati urutan 2 dan 3 klasemen sementara. Sedangkan Asifa Nur Haenza -Jatim(1519) berhasil menggeser dominasi penghuni Pelatnas di urutan 4.
Seperti pengamatan kami Linda Lestari – Kalteng(1446) harus terdepak dari pusaran 4 besar, Linda finish di urutan 7 sedangkan urutan 5 ditempati Ratna Humaira Khaerunisa – Jabar(1563), Suci Dwi Megasari – Lampung (1465) diurutan 6 dan Ratu Syahla – Kalsel(1451) menempati juru kunci.

Pada awal dimulainya pelatnas akhir 2020 situasi tidak sekondusif saat ini. Hadirnya Iksan Ingratubun sebagai Tim Manejer mampu mengkonsolidasikan semua unsur yang terlibat dalam tim yang dipersiapkan menghadapi Olimpiade dan Sea Games. Hal ini tergambar dari suasana di camp pelatnas Hotel Aryaduta, Jakarta Selatan.

“Sebagai official tim kita terus menjaga keharmonisan antara sesama atlit, pelatih maupun pengurus. Kita sebagai pengurus coba berbicara dari hati ke hati, apa yang atlit butuhkan sehingga mereka tetap fokus pada menu latihan. Emang berat tapi itulah tugas tim maneger”, tegas Iksan Ingratubun di GBK Senayan.

Sementara itu KONI menyambut baik seleksi nasional yang dilakukan Perpani. Diharapkan dari seleknas kita dapat menghasilkan atlit yang terbaik untuk kita kirim ke Olimpiade Tokyo, tegas Doddy Gambiro Binpres KONI dan anggota Tim Review Kementrian Pemuda dan Olahraga.

Disinggung masalah try out dipaparkan, dalam masa pandemic dan disaat ekonomi dunia yang tidak sehat, maka untuk try out pemerintah memilih event yang bisa dimanfaatkan tim kita ke Olimpic seperti Kejuaraan Dunia Panahan Juni nanti di Paris. Disana masih terbuka peluang untuk kita menambah tiket beregu Olimpiade, tegas Doddy Gambiro yang turut hadir menyaksikan jalannya Seleknas di Lapangan GBK Senayan. (fw)