Masyarakat Desa Oanmane – Malaka Minta Rekonstruksi Pasca Bencana Dengan Perbaikan Jalan Desa 2 Km dan Perbaikan  80 Buah Sumur Warga

Masyarakat desa Oanmane di Kecamatan Malaka Barat – Kabupaten Malaka – Provinsi NTT meminta Pemerintah untuk melakukan rekonstruksi pasca bencana dengan melakukan perbaikan terhadap jalan dan deker yang rusak didalam perkampungan pasca banjir.

Selain jalan dan deker masyarakat juga meminta pemerintah untuk memperbaiki 80 lebih sumur yang rusak berat di perkampungan akibat diterjang banjir bandang.

Hal itu dimaksudkan supaya jalan- jalan desa sepanjang dua kilo meter lebih itu kembali normal termasuk saluran yang tertimbun lumpur supaya mendapatkan penanganan pemerintah.

Tokoh masyarakat desa Oanmane, Titus mengatakan hal itu kepada wartawan, Jumat (30/4-2021)

Dikatakannya, bencana banjir yang terjadi di desa Oanmane – Malaka Barat telah merusak berbagai infrastruktur jalan dan saluran pembuangan air di desa.

” Jalan-jalan dan pemukiman warga tertutup material banjir sehingga perlu mendapat penanganan serius pemerinrah”

” Jalan raya yang menghubungkan antar dusun sepanjang 2 km lebih tertutup material banjir termasuk saluran-saluran air tertimbun”

” Kita minta pemerintah memberikan perhatian untuk perbaikannya menggunakan anggaran tanggap darurat sehingga situasi di desa kembali normal seperti biasa”

” Selain jalan, deker dan saluran pembuangan air kita juga meminta pemerintah untuk memperbaiki 80 lebih sumur milik masyarakat yang rusak akibat diterjang banjir bandang”

” Kalau bisa kita minta dibangunkan sumur tahan banjir sehingga tidak mudah rusak bila terjadi bencana banjir”

Fukun Lootiris, Philipus Seran kepada wartawan mengatakan hal senada.

” Perbaikan ” Infrastruktur jalan antar dusun, perbaikan saluran pembuangan air serta perbaikan sumur yang rusak harus menjadi perhatian pemerintah”

” Selama ini jalan-jalan sudah baik tetapi rusak tertimbun banjir termasuk sumur masyarakat harus diperbaiki untuk memudahkan rakyat mengakses air bersih”

Kalak BPBD Kabupaten Malaka, Gabriel Seran kepada wartawan mengatakan pihaknya melalui petugas reaksi cepat dan desa sudah melakukan pendataan terkait berbagai kerusakan yang terjadi akibat bencana banjir baik kerusakan infrastruktur jalan, jembatan/deker atau sumur termasuk berbagai fasilitas pelayanan publik”

” Pemerintah akan tangani melalui program tanggap darurat. Sesuai arahan pemerintah kerusakan infrastruktur ditangani Kementrian PUPR dan kerusakan perumahan rakyat ditangani BNPB” ( boni)