Perpenda Malaka Sesalkan Mobilisasi Massa Pilkada dan Penahanan Puluhan Mobil Rental Asal Malaka di Naibonat -Kupang

Organisasi Perpenda Kabupaten Malaka sangat menyesalkan proses mobilisasi massa dari luar Malaka dengan puluhan mobil rental untuk mengikuti Pilkada 9 Desember 2020 silam di Kabupaten Malaka.

Proses mobilisasi massa itu diduga dikoordinir dan dikawal 10 anggota Satsus Paslon SN-KT asal Naibonat untuk hadir di Malaka saat pilkada.

Penahanan mobil rental oleh anggota Satsus Jumat kemarin itu patut dikritisi agar tidak menimbulkan masalah baru yang berujung merugikan sopir rental dan para penumpang.

Ketua Perpenda Malaka, Roby Koen mengatakan hal itu kepada wartawan, Sabtu ( 1/5-2021) malam ini.

Roby mengatakan walau Pilkada Malaka 9 Desember itu sudah berlalu namun peristiwa mobilisasi massa dengan cara terkoordinir itu patut dikritisi agar tidak terulang kembali dimasa mendatang mengingat saat sekarang dunia dalam situasi Pandemi.

” Saya juga kaget mendengar berita bahwa kemarin Jumat puluhan mobil rental asal Malaka ditahan mereka yang mengaku tim Satsus SN-KT di Naibonat sebagai aksi protes lantaran jasa mereka belum dibayar sesuai janji koordinator pemberangkatan massa di Kupang dan Malaka”

” Kita sangat menyesalkan aksi penahanan mobil rental di Naibonat itu karena sangat merugikan pemilik rental dan para penumpang”

” Harusnya bagi tim yang mengaku sebagai Satsus SN-KT di Naibonat itu lebih arif dalam bertindak sehingga tidak merugikan pemilik mobil dan para penumpang yang sementara melakukan perjalanan”

” Lebih arif dan bijaksana kalau tim Satsus di Naibonat yang merasa dirugikan bisa melaporkan ke pihak berwajib sehingga bisa ditangani sesuai aturan hukum yang berlaku”

Ketua Tim Pemenangan Paslon SN-KT, Hendrikus Fahik saat dikonfirmasi wartawan mengatakan dirinya sebagai Ketua Tim Pemenangan Paslon SN-KT tidak tahu menahu terkait janji untuk pembayaran jasa bagi orang yang mengaku tim Satsus Paslon SN-KT di Naibonat.

Sesuai informasi yang dihimpun media ini bahwa penggalangan massa dari Kupang ke Malaka ditangani tim kerja di Kupang.

Selama perjalanan puluhan mobil rental yang mengangkut massa itu dikawal 10 orang yang mengaku sebagai Satsus Paslon SN-KT yang berdomisili di Naibonat – Kabupaten Kupang.

Atas jasa pengawalan massa itu kesepuluh orang itu dijanjikan untuk dibayarkan jasanya dengan sejumlah uang setelah SN-KT menang pilkada.

Karena SN-KT sudah dilantik dan jasanya tidak juga dibayarkan maka kesepuluh orang itu memilih menahan mobil rental asal Malaka yang melewati Naibonat agar bisa mendapatkan respon tim kerja untuk membayarkan jasa-jasa mereka. ( boni)