SN -KT Harus Fokus Atasi Persoalan dan Kebutuha Rakyat Malaka …Inilah Isu Strategis dan Persoalan Yang Harus Diatasi!!!

Hari ini, Sabtu (1/5-2021 Bupati dan Wakil Bupati Malaka, Simon Nahak – Kim Taolin dengan sebutan akrab SNKT resmi bertugas di Kabupaten Malaka.

Hal itu ditandai dengan serah terima jabatan dari Pj Bupati Malaka, Viktor Manek kepada Bupati dan Wabup terlantik yang digelar di Aula Kantor Bupati Malaka.

Dengan kehadiran kedua pemimpin baru di Rai Malaka saat ini diharapkan bisa mewujudkan sebuah perubahan yang lebih baik sesuai janji kampanye yang dikemas dalam Visi – Misi dan Program yang diusung.

Seluruh rakyat Kabupaten Malaka tentu memiliki sejumlah harapan terhadap gebrakan-gebrakan kedua pemimpin itu yang menyentuh kebutuhan dan menjawab persoalan yang dihadapi rakyat.

Sambil menanti pembahasan dan penetapan Perda RPJMD di DPRD Kabupaten Malaka diharapkan kedua pemimpin itu bisa peka dan responsif terhadap berbagai persoalan dan kebutuhan rakyat untuk sesegera mungkin mendapatkan penanganan.

Dalam arahan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat disela Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Malaka tanggal 26 April lalu di Kupang, Gubernur mewanti-wanti para kepala daerah terlantik agar benar-benar memanfaatkan masa kerjanya yang relatif singkat dan bekerja secara sungguh-sungguh untuk memenuhi kebutuhan dan menjawab persoalan yang dihadapi rakyat.

” Waktu kerja sangat singkat hanya 30 bulan sehingga diharapkan Kepala Daerah yang dilantik harus benar-benar memanfaatkan waktu yang ada bekerja untuk rakyat”, pinta Gubernur.

Dalam konteks kebutuhan dan persoalan yang dihadapi rakyat Malaka saat ini terdapat beberapa isu strategis yang harus mendapatkan perhatian kepala daerah untuk segera mendapatkan penanganan sesegera mungkin setidaknya dalam 100 hari kerja kedepan.

Persoalan Bencana Banjir Bandang yang melanda Kabupaten Malaka belum lama ini menjadi isu sentral yang harus mendapatkan perhatian pemerintah dibawah kepemimpinan SN -KT untuk segera ditangani.

Pertama, kerusakan tanggul pada enam titik jebol yang menyebar sepanjang DAS Benenai harus segera diperbaiki agar bisa melindungi rakyat dari banjir bandang tahun depan. Selain tanggul yang jebol pemerintah juga perlu memperbaiki tanggul yang terkikis dan ditinggikan agar banjir tidak meluap saat banjir bandang.

Kedua, Jembatan Benenai yang ambruk akibat terjangan banjir bandang harus segera mendapatkan penanganan supaya melancarkan akses di wilayah Selatan Pulau Timor. Selain itu pemerintah harus segera menyiapkan jalan alternatif supaya bisa melancarkan akses transportasi barang dan orang yang melintasi sungai Benenai agar roda ekonomi masyarakat tetap berjalan.

Ketiga, Kerusakan Bendung Benenai harus segera diperbaiki untuk menormalkan kembali pasokan air irigasi yang melayani 15 ribu ha sawah di DI Malaka sayap kiri dan Kanan.

Fakta di lapangan saat ini sawah-sawah diatas tidak bisa dialiri air irigasi dan sawah milik masyarakat seluas 15 ribu ha pada DI Malaka sayap kiri dan kanan mengalami kekeringan dan berpeluang gagal panen.

Pemerintah harus cerdas mencarikan solusi membuat saluran darurat untuk memasok air irigasi guna menyelamatkan lahan masyarakat yang saat ini lagi berproduksi termasuk kesiapan untuk tanam padi MT2.

Keempat, Terkait kerusakan lahan dan tanaman jagung akibat bencana banjir pemerintah perlu menyiapkan benih unggul dan herbisida untuk membantu petani agar bisa melakukan penanaman pada MT2 dan MT3 ( Ahuklean)

Kelima, Rekonstruksi Pasca Bencana bagi warga yang terdampak banjir harus benar-benar menyentuh kebutuhan dan persoalan warga di desa agar kehidupan warga yang terdampak bisa kembali normal.

Jalan yang menghubungkan antar dusun dan saluran drainase di desa yang terdampak harus segera diperbaiki supaya akses rakyat di desa kembali normal.

Sumur-sumur warga yang rusak juga harus dibangun kembali dengan konstruksi sumur anti banjir sebagai sarana untuk penyiapan air bersih bagi warga yang terdampak.

Disetiap desa yang terdampak banjir harus mendapatkan penanganan serius karena ada tumpukan material banjir disetiap dusun dan perkampungan sehingga perlu ditangani dan diratakan dengan alat berat karena sulit sekali untuk ditangani dengan tenaga manusia, termasuk membersihkan sampah-sampah dan material banjir agar desa itu bersih dan sehat seperti sedia kala. ( boni)