KRKM Dukung Jokowi Dicalonkan Kembali Jadi Presiden RI Periode ke 3 dan Laiskodat Jadi Wapres

Komite Referendum Konstitusi di Malaka ( KRKM) memberikan dukungan agar Ir. Joko widodo ( Jokowi) dicalonkan kembali pada tahun 2024 sebagai presiden masa bakti 2024 sampai 2029 dan Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat. SH. MH sekarang menjabat sebagai Gubernur NTT sebagai calon Wakil Presiden.

Demikian pernyataan yang disampaikan Ketua KRKM Dr. Yohanes Bernando Seran. SH. M. HUM bersama Sekertaris KRKM, Loren lodowijk Haba. Spd. Msi dan anggota KRKM masing – masing Yanuarius Bria Seran. SE. Volgen Fahik. Spd dan Bentho. S. Sos yang diterima wartawan media ini, Jumat ( 4/6-2021)

Ada beberapa alasan KRKM memberikan dukungan kepada kedua figur tersebut

Pertama, Secara juridis tidak ada larangan bagi WNI untuk menjadi Presiden. Pengaturan psl 7 UUD 45 sangat multi tafsir dan konteksnya bukanlah merupakan materi muatan ( het onderwerp) suatu konstitusi.

Bandingkan tulisan K.C. Wheare dalam Modern Constitution 1975 hal 33-34. Kontentnya juga membuka peluang untuk dapat ditafsirkan berbeda beda. Dalam terminologi tersebut perubahan psl 7 dapat dilakukan baik melalui Formal Amendment maupun Judicial Interpretation dan Some Primary Forcis sebagaimana diuraikan secara komprehensif oleh K.C. Wheare dalam buku Modern Constitution tersebut.

Kedua, Secara Sosiologis perubahan konstitusi merupakan keharusan demi mengakomodir atau merespon aspirasi atau suara rakyat yang mayoritas menginginkan Ir. Joko Widodo dicalonkan kembali dalam Pilpres 2024. Suara masyarakat adalah Suara Tuhan ( Vox Populi Vox Dei ) . Dalam tataran ini eksistensi psl 7 uud 45 bukanlah merupakan hukum tertinggi karena secara sosiologis suara rakyat adalah hukum tertinggi atau hukum natural adalah hukum tertinggi dan bukannya UUD 45 khususnya psl 7 ( there is a higher law than the constitution – bandingkan pandangan William Henry Steward ).

Ketiga, Secara filosofis dicalonkannya Ir. Joko Widodo pada pilpres 2024 sebagai presiden harus disikapi parpol secara serta merta karena fenomena ini merupakan aspirasi mayoritas rakyat indonesia untuk terwujudnya nilai-nilai dasar tentang keadilan dan kepemimpinan yang berpihak pada rakyat.

Menurut KRKM, jika kondisi Ius Constituendum ini dapat diwujudkan dalam Ius Constitutum dalam waktu dekat maka rakyat indonesia akan mengalami revolusi konstitusi dimana suara rakyat direspon secara positif oleh parpol dan diimplementasikan oleh DPR. Jika demikian perubahan ini terwujud maka komite referendum konstitusi Malaka mengusulkan pencalonan Ir. Joko Widodo sebagai presiden dan Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat. SH. MH sekarang Gubernur NTT sebagai calon Wakil Presiden. ( boni)