Dalang Pembunuhan Warga Purwakarta Diamankan Polres Purwakarta

Dalang penculikan berujung pembunuhan Francisco Manalu. Warga Kelurahan Munjul Jaya, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, yang diculik oleh orang tak dikenal (OTK) dari tempat kerjanya steam cuci Mobil Trijaya, sejak 29 Mei 2021. Akhirnya berhasil diungkap Polres Purwakarta. Pelaku juga sudah ditahan pihak kepolisian Polres Purwakarta.

“Aktor intelektualnya bernama Rasta sudah ditahan di Polres Purwakarta Selasa 15 Juni kemarin. Kami sekeluarga berterima kasih kepada Polres Purwakarta. Laporan kami cepat diproses pihak kepolisian mengungkap kasus anak saya. Kami membuat laporan Senin 14 Juni dengan STPL No : STPL/507/VI/2021/SPKT. Kemudian terungkap kasus anak saya pada Selasa 15 Juni,” ungkap Jhonisah Pandapotan Manalu, ayah mendiang Francisco Manalu, Kamis (17/6/2021).
Tak sampai di situ saja, pihak keluarga mendiang Francisco Manalu juga sedang menuju RS Cipto Mangunkusumo di Jakarta, Kamis 17 Juni ini. Menurut Jhonisah Manalu, untuk melihat hasil autopsi jenazah Francisco Manalu bersama anggota Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Laut (Puspomal).

“Saya bersama keluarga dan advokat sesuai permintaan Puspomal diundang datang ke RS Cipto untuk bersedia dilakukan autopsi jenazah anak saya,” ucapnya.
“Saya sebelumnya dikabarkan jenazah anak saya berada di wilayah Cianjur, pada Rabu 16 Juni kemarin. Dan keluarga juga dikabarkan Puspomal ikut melakukan evakuasi mayat. Tetapi, sekarang ini jenazah sudah di RS. Cipto Mangunkusumo,” tambahnya.

Sebelumnya, usai Fransisco Manalu yang memiliki 2 anak itu diculik oleh OTK. Nyawanya diduga kuat dihilangkan di lokasi Wisma Atlet Dayung Jati Luhur Purwakarta.
“Korban dianiaya aktor intelektual atau dalang pembunuhan bernama Rasta bersama diduga kuat oknum anggota marinir. Dalang pembunuhan sebelumnya terlibat dalam kasus pasal 170 KUHP,” ucap Jhonisah Pandapotan Manalu.
“Sebelumnya memang ada oknum yang melakukan pengeroyokan di sekitar tempat itu. Mungkin mereka menduga anak saya akan menjadi saksi dalam kasusnya. Sehingga mereka berupaya menghilangkan saksinya,” ujarnya lagi.
Pihak keluarga dalam keterangannya kepada media massa, juga menyanyangkan nyawa Fransico Manalu diduga kuat dieksekusi di lokasi Wisma Atlet Dayung Jati Luhur Purwakarta.
“Anak saya meninggal dunia di sana. Padahal wisma itu milik negara. Fasilitas itu dihadikan tempat eksekusi manusia tidak berdosa. Diduga kuat di lokasi itu,” ungkap Jhonis Pandapotan Manalu haru.

Lalu bagaimana tindakan hukum diduga kuat oknum anggota marinir terlibat pembunuhan Francisco Manalu?
Jhonisah Pandapotan Manalu juga mengungkapkan, bahwa oknum diduga kuat anggota marinir yang terlibat menghilangkan nyawa anaknya. Sebanyak 6 orang sudah ditahan di Pusmpomal di Jakarta.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Puspomal sangat kooperatif dalam bekerja proses hukum mengungkap diduga kuat anggota marinir terlibat kasus anak saya,” ujarnya.
“Puspomal berkabar kepada saya mereka ditarget satu minggu untuk berkas sampai di Mahkamah Militer,” tambahnya lagi. ( RED )