Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Kota Kupang.

Dalam acara Live yang dibawakan oleh presenter TVRI Dian Lenggu tersebut, tampil sebagai Narasumber yaitu Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmiko, S.I.P., M.M dan Kabid Yankes Provinsi NTT Ibu Emma M.F. Simanjuntak dengan tema: *”PPKM Darurat Kota Kupang”* yang bertempat di Studio 2 TVRI Stasiun NTT di Jalan W.Z Lalamentik Oebufu Kota Kupang, Selasa (06/07/2021).

Pembawa Acara dari Stasiun TVRI Dian Lenggu dengan tema *”PPKM Darurat Kota Kupang”* ini memberikan pertanyaan kepada Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmiko, S.I.P., M.M., “langkah apa yang dilakukan oleh Korem 161/ Wira Sakti dalam mendukung Pemerintah untuk penanggulangan Covid-19 di Kota Kupang yg kian hari semakin tinggi, apa langkah Korem?” ungkap Dian.

Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Legowo menyampaikan “sejak tahun lalu kami sudah melaksanakan Edukasi dan Sosialisasi kepada masyarakat setiap hari untuk melakukan hal tersebut tetapi memang masih ada kendala dari masyarakat sendiri yang tidak menyadari bahaya Covid ini yang penyebarannya antara manusia ke manusia, seperti mereka masih sering berkumpul tidak memakai masker atau mencuci tangan. Hal-hal seperti ini sangat dibutuhkan peran serta dan kesadaran masyarakat sendiri, termasuk kita sudah membentuk bersama Pak Kapolda NTT, Komunitas penyintas, kita sosialisasikan anggota yang pernah terpapar Covid-19 namun respon masyarakat masih kurang, ada yang merespon dengan baik adapula yang mengindahkannya. Akhirnya kalau sudah terpapar baru mereka sadar bahayanya covid ini. Terkadang itu semua menjadi kendala kami dalam mengedukasi dan mensosialisakan bahaya Covid-19 ini” tuturnya.

Presenter TVRI melanjutkan pertanyaan ke Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi yakni Kabid Yankes Dinas Kesehatan Prov. NTT Ibu Ema M.F. Simanjutak, SKM.,MM.,MScPH menanyakan kaitan dengan Varian baru. Ibu Ema Simanjuntak menyampaikan kaitan dengan virus Varian baru ini, “kami dari Dinkes Prov. NTT setiap bulan mengirimkan 300 sampel yang sesuai kriteria virus varian baru tersebut untuk di lakukan pemeriksaan Khusus, untuk melihat apakah virus Varian baru sudah masuk ke NTT apa belum dan sampai saat ini kami bisa sampaikan bahwa varian ini belum masuk di Wilayah NTT. Kemudian dari semua sampel yang kami kirimkan ke Pusat memang ada kriteria tertentu tapi masih menunggu hasilnya untuk bulan Juli ini. Kalau hasil sampel sudah keluar, kami akan menyampaikan kepada masyarakat seperti apa hasilnya” pungkasnya.

Turut mendampingi Komandan Korem 161/Wira Sakti, Kasi Ops Kasrem 161/Wira Sakti dan Pgs. Kepala Penerangan Korem 161/Wira Sakti Kapten Inf Dafrian, S.S. ( *Penrem161*)