Polres Malaka Berhasil Amankan Puluhan Jergen BBM di SPBU Laran – Betun – Malaka – Ini Ada Apa???

Jajaran Kepolisian Resort Malaka berhasil mengamankan 63 jeregen besar ukuran 35 liter dari APMS Laran – desa Wehali Kecamatan Malaka Tengah – Kabupaten Malaka, Rabu ( 15/7-2021) lantaran mengantri  dan menumpuk jerigen  di depan  nosel pengisian sehingga mengakibatkan kerumunan massa.

Dari ke 63 jeregen besar itu, terdapat 14 jeregen terisi minyak jenis pertalaite dan 49 jerigen kosong . Jerigen itu harus diamankan  ke Mako Polres Malaka guna  membubarkan kerumunan warga masyarakat saat mengantri BBM di APMS Laran.

Kapolres Malaka, AKBP Rudy Junus Jacob Ledo ,SH, S.IK , saat dihubungi media ini melalui Pesan WhatsApp , Kamis (15/7/2021) membenarkan hal itu.

Kapolres Malaka meminta agar para pembeli BBM dan pengelola APMS supaya, taat dan disiplin terapkan protokol  kesehatan dengan menerapkan 5 M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan interaksi, serta menjauhi kerumunan tidak hanya pembeli namun pengusaha SPBU atau APMS  diminta mamatuhi dan memberikan teguran  kepada pembeli BBM  yang membuat kerumunan.

Kapolres menjelaskan Pengusaha SPBU atau APMS harus mengutamakan pengisian BBM ke sepeda motor atau kendaraan roda empat.

“Kalau mengutamakan Jerigen maka akan terjadi antrian dan mengakibatkan kerumunan  akibatnya melanggar  protokol kesehatan  dan itu sudah jelas  menyalahi aturan”, tandas Kapolres Malaka

Oktovianus Teti, salah seorang pembeli BBM dengan menggunakan Jergen kepada wartawan di APMS Laran mengaku melakukan pengetapan BBM berupa solar dan bensin untuk menambah penghasilannya karna dimasa pandemi saat ini usaha sangat susah.

“Saya tap minyak ini ,tidak gratis kok. Saya harus bayar, untuk 1 buah jeregen ukuran 35 liter saya  bayarkan uang sebesar Rp 10.000 per jeregen kepada petugas Nosel SPBU” ungkap Oktovianus,

Sementara itu Jefri asal Besikama mengaku  membawa  13 jerigen  baru terisi 8  jerigen sudah di bawa polisi

“Saya tap minyak mengisi BBM selain  untuk dijual kembali juga  untuk kebutuhan traktor . Saya,
bahkan mencarter angkutan desa untuk mengangkut BBM dari APMS  menuju rumah saya. Kondisi dan keadaan saya seperti ini mau usaha apa lagi selain jual beli BBM”, keluhnya,

” Saya tap juga mengikuti aturan   APMS Bayar  Rp 10.000, 1 jeregen ukuran 35 liter yang harus dibayarkan
Rp 260.000  namun jerigen juga dibayar menjadi Rp 270.000,- setiap jeregen. kalau 5 jeregen maka harus dibayarkan ke Nosel Rp 50.000. Kalau tidak bayar maka tidak diisi oleh Petugas SPBU atau APMS” ungkap Jefri.

Dari pantauan media ini, Satuan Samapta Bhayangkara (Sat Sabhara) Polres Malaka yang dipimpin Kasat Shabara Polres
Malaka, IPTU Melky D. Nenobais bersama anggota Samapta saat melaksanakan patroli rutin mensosialisasikan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19  guna mengedukasi masyarakat pembeli BBM yang sedang antri agar menerapkan prokes di SPBU dan APMS di kota Betun . ( ed/boni)