Proses Perekrutan Teda di Malaka -NTT Diduga Hanya Sandiwara

Proses perekrutan Tenaga Kontrak Daerah di Kabupaten Malaka – Provinsi NTT selama tiga hari terakhir diduga hanya akal-akalan dan sandiwara.

Pasalnya, dalam pengumuman yang dikeluarkan Sekda Malaka, Donatus Bere, SH yang beredar luas di masyarakat tidak menyebutkan secara rinci jumlah kebutuhan tenaga dan penyebarannya disetiap Perangkat Daerah sesuai specifikasi yang dibutuhkan.

Anehnya lagi, dalam pengumuman perekrutan teda itu tidak menyebutkan secara tegas proses seleksi seperti apa sehingga bisa diterima sebagai teda.

Selain itu dari informasi dan fakta yang berkembang di lapangan bahwa di setiap desa dan kecamatan sudah ada tim yang bekerja untuk menghimpun lamaran dari calon teda dan hasilnya sudah ada, tinggal menunggu waktu yang tepat untuk diumumkan ke publik.

Kalau mau fair, seharusnya pemerintah secara tegas menyampaikan ke masyarakat terkait proses seleksi yang digunakan sebagai standart penerimaan teda sehingga bisa tercipta kompetisi yang sehat bagi pencari kerja.

Kalo hanya seleksi administrasi saja dan gugurkan orang, itu sangat tidak fair dan berpotensi KKN.

Harusnya pemerintah lebih fair dan terbuka membuka ruang ke masyarakat untuk berkompetisi secara sehat sehingga hasil perekrutan teda saat ini berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan ke publik.

Hal itu disampaikan Ketua DPC Aliansi Pewarta Merah Putih ( APMP ) Kabupaten Malaka, Ferby Tahu kepada wartawan di Betun- Ibu Kota Kabupaten Malaka – Provinsi NTT, Selasa ( 27/7-2021).

Dikatakannya, melihat proses perekrutan teda yang dilakukan oleh Pemda Malaka saat ini sangat tidak transparan terkait proses perekrutan yang dilakukan.

” Bagaimana pemerintah umumkan supaya rekrut teda tetapi tidak ada rincian kebutuhan per SKPD sesuai specifikasi pendidikan dan keahlian yang dibutuhkan . Ini namanya pembohongan publik karena tidak ada transparancy dalam proses perekrutan teda”

” Jadi kami lihat proses perekrutan teda yang dilakukan hanya sandiwara karena sesungguhnya hasilnya sudah ada sesuai informasi yang berkembang di desa-desa”

” Kasihan dong masyarakat yang susah-susah membuang waktu,tenaga dan uang untuk melamar memasukkan berkas tetapi hasilnya tidak seperti harapan bersama”

Hal senada disampaikan Pemuda Rinhat, Andre yang sangat mencurigai proses perekrutan teda di Malaka.

” Harusnya pemerintah lebih fair dong dalam hal perekrutan dan memberikan kesempatan yang sama kepada rakyat untuk berkompetisi untuk bisa menjadi teda”

” Saya lihat perekrutan teda di Malaka ini hanya formalitas saja karena tidak ada transparancy dalam proses seleksi. Orang Malaka bilang ini sama dengan ‘delek subar nu’ ”

” Dalam situasi Pandemi Covid 19 dan Pasca Bencana di Malaka seharusnya pemerintah jangan buat tambahan beban untuk rakyat dengan menggelar perekrutan teda yang sangat tidak transparan dan cenderung merugikan rakyat”

Juru bicara pemerintah yang juga Asisten 3 Setda Malaka, Yoseph Parera ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan proses perekrutan teda di Malaka sudah sesuai ketentuan dan kajian kebutuhan pemerintah.

” Kita di Malaka sesuai hasil kajian yang ada membutuhkan tenaga sekitar 8000 orang termasuk PNS untuk bisa melayani masyarakat. Karena PNS kita masih sangat minim jumlahnya maka kita rekrut lagi teda sesuai kebutuhan pemerintah”

” Tahun ini kita rekrut 2000 teda dari berbagai latar belakang pendidikan mulai SD, SMP, SMA dan Sarjana. Kita buka seluas luasnya kepada masyarakat untuk melamar”

” Sampai dengan kemarin sudah ada 3 ribu orang lebih yang melamar dan diprediksi dalam hari terakhir hari ini jumlahnya akan bertambah karena animo masyarakat untuk melamar sangat tinggi”

” Setelah pelamar memasukkan berkas selanjutnya hasil berkas itu akan diserahkan kepada tim verifikasi untuk bekerja dan mengkaji lamaran-lamaran yang ada untuk ditetapkan sebagai teda sesuai kebutuhan dan spesifikasi yang dibutuhkan pemerintah” ( boni)