Indonesia Masih Menaruh Harapan Di Nomor Individu Panahan.

Jakarta: Harapan Tim Panahan Indonesia di nomor beregu putra dan campuran pupus. Tim beregu campuran kandas di tangan Turki. Pasangan Diananda Choirunisa dan Riau Ega Agatha Salsabila sempat memberikan harapan setelah menumbangkan pasangan nomor wahid USA Brown Mackenzie – Ellison Brady yang menempati unggulan ke dua dengan skor 5-4. Lolos ke babak perempat final, langkah Riau dan Diananda terhenti ditangan pasangan Turki Mete Gazoz-Yesemin Anagoz dengan skor 2-6.

Harapan menggapai medali di nomor beregu masih bertumpu di pada tim beregu putra. Bermodalkan runner up kualifikasi Paris akhir juni lalu, trio pemanah yang terdiri dari Riau Ega Agatha Salsabila, Arif Dwi Pangestu dan Alviyanto Bagas Prastyadi terhenti di babak 16 besar. Mereka kandas di tangan tim Britania Raya dengan skor 0-6.

Harapan Indonesia kini bertumpu pada Diananda, Riau Ega dan Bagas Prastyadi yang akan turun di nomor perorangan putri dan putra. Satu atlit putra Indonesia Arif Dwi Pangestu terhenti di babak 32 besar. Langkah Arif terhenti dari pemanah Jerman Unruh Florian dengan skor 2-6.

Tim Manager Panahan Indonesia Ikhsan Ingratubun, masih optimis mempersembahkan medali bagi kontingen Indonesia. Harapan Iksan kini tertumpu pada Diananda, Riau dan Bagas yang akan turun bertanding di Yumenoshima Park hari ini.

“Saya masih optimis anak-anak masih bisa mempersembahkan medali bagi Indonesia di nomor individual. Mari kita doakan semoga mereka mampu tampil maksimal, dan kondisi angin hari ini lebih baik dari kemarin”, tegas Iksan.

Dari kalkulasi tim pelatih dan official Indonesia selama persiapan menuju Tokyo, cukup memberikan harapan, target bidikan para pemanah Indonesia dapat memberikan gambaran prestasi di Tokyo, paling tidak di nomor beregu sangat mungkin mendulang medali. Namun harapan itu pupus. Faktor ketegangan dan kepercayaan diri hilang seperti orang tertekan, seperti dilansir detik sport.

Hengky F.Sawaki Wakil Ketua Pelaksana Bidang Hukum KONI Papua menilai kegagalan tim beregu bukan sekedar faktor mental. Sebaiknya kita menunggu tim memberikan laporan evaluasi, dari evaluasi baru kita bisa memberikan masukan untuk melakukan pembenahan. Evaluasi penting sehingga kita bisa mengetahui kekurangan kita dan tidak melakukan kesalahan yang sama lagi.

Kegagalan tim beregu ini tidak bisa dilihat secara kasat mata, banyak faktor penentu, kita bisa tanyakan ke atlit dan pelatih yang berada di venue, tegas Hengky Sawaki Ketua Panitia Panahan pada PON Papua.

Selain Riau Ega, masyarakat Indonesia sangat berharap Alviyanto Bagas Prastyadi, remaja kelahiran Klaten 19 tahun peraih emas individual di Popnas 2019. Bagas yang digadang akan menjadi generasi penerus Riau Ega Agatha Salasabilah, meskipun minim di ajang internasional namun berpotensi memberikan yang terbaik bagi Indonesia di ajang Olimpiade pertama yang diikutinya. ( fw)