Demo Mahasiswa : Pemerintahan SN-KT Harus Jujur dan Proaktif Jelaskan Progres Program Kerja 100 Hari ke Publik

Pemerintah Kabupaten Malaka dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Malaka, Simon Nahak – Kim Taolin ( SN-KT) harus jujur dan lebih proaktif menjelaskan progres program kerja 100 hari kepada masyarakat luas agar tidak menjadi pertanyaan publik.

Pasalnya, sebelum dan pada saat memimpin Malaka, SN-KT secara tegas menyampaikan program 100 hari kerja saat memimpin Malaka yakni Pengerjaan Jalan Dua Jalur menuju Kantor Pemerintahan Malaka, Pemasangan lampu merah di Kota Betun, Pengerjaan Taman Kota termasuk perbaikan saluran untuk mempercantik kota Betun serta mengaudit Seluruh Kepala Desa, Kepala Sekolah, Kantor Dinas/Badan hingga para mantan Bupati/wakil Bupati Malaka.

Yang menjadi pertanyaan, dari beberapa program yang sudah dicanangkan diatas terkesan masih berjalan ditempat tanpa mendapatkan penjelasan resmi kepada rakyat.

Jadi wajar saja para mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Gerakan Mahasiswa Malaka ( GEMMA) Kefamenanu menggelar aksi demonstrasi untuk mempertanyakan program kerja 100 hari seperti yang dijanjikan SN-KT seperti yang dilansir luas media massa.

Dalam era demokrasi seperti saat ini aksi demonstrasi itu harus dilihat sebagai sebuah kontrol kepada pemerintah terutama dalam hal progres implementasi program yang dijanjikan ke rakyat guna percepatan kemakmuran rakyat.

Demikian intisari pendapat yang dihimpun media ini dari berbagai sumber pasca aksi demonstrasi yang digelar GEMMA Kefamenanu di Betun, Senin ( 16/8-2021 ) kemarin.

Pengacara Muda Malaka, Primus Seran Taek, SH, MH kepada wartawan mengatakan aksi yang digelar para mahasiswa Malaka itu harus dilihat dari sisi positif sebagai bentuk pengontrolan kinerja pemerintah dalam mengimplementasikan janji-janji yang dikemas dalam program 100 hari kerja SN-KT.

” Bagi saya wajar sekali janji-janji itu ditagih karena menjadi janji seorang pemimpin kepada rakyatnya, karena sudah lebih dari 100 hari Pasca Pelantikan SN-KT belum ada tanda-tanda realisasi janji-janji itu”.

Tokoh masyarakat Malaka, Nahak Balthasar kepada wartawan mengatakan sebagai warga Kabupaten Malaka belum melihat progres realisasi program 100 hari kerja seperti yang dijanjikan SN-KT.

” Itu janji kepala daerah kepada rakyatnya sehingga tidak salah kalau rakyat menagih janji pemimpinnya. Itu hal yang sangat wajar dalam era keterbukaan seperti sekarang”

” Harusnya SN-KT lebih terbuka dan jujur kepada rakyatnya terkait progres pengerjaan program 100 hari SN-KT seperti yang dijanjikan”

” Sebagai warga Malaka, kita sangat sayangkan sikap Bupati dan Wakil Bupati Malaka yang enggan bertemu delegasi mahasiswa untuk mendengarkan aspirasinya dengan alasan para delegasi harus diswab antigen”

” Ini patut disayangkan alasan seperti itu. Pertanyaannya, setiap hari pimpinan kita di Malaka seperti dilansir berbagai media selalu berkunjung ke rakyat dan bertemu rakyat dalam jumlah yang lebih besar dari massa aksi mahasiswa apakah para pemimpin dan rakyat yang dituju juga melakukan swab antigen?”

” Selama ini kita hitung-hitung 100 hari kerja pasca dilantik itu deadlinenya tanggal 4 Agustus 2021 tetapi anehnya kita tidak lihat bukti nyata di lapangan seperti yang dijanjikan. Jadi sangat wajar rakyat mempertanyakan hal itu kepada pemimpinnya”

” Dalam aksi demonstrasi tadi para mahasiswa mengatakan program kerja 100 hari itu gagal total dan hal ini harus diterima menjadi bahan refleksi para pemimpin kita”

” Yang selama ini nampak ke permukaan adalah Program Audit. Tetapi hal itu juga patut dipertanyakan karena yang sesungguhnya terjadi di lapangan adalah tindak lanjut hasil temuan Inspektorat dan BPK sejak PJ Bupati Malaka Perdana tahun 2014 hingga tahun 2020. Itu hasil kerjanya bupati-bupati terdahulu dan SN-KT hanya menindaklanjuti hasil temuan itu ”

” Sementara audit inspektorat dimasa kepemimpinan SN-KT adalah audit reguler yang tanpa dimintapun setiap tahun dilakukan baik oleh Inspektorat Kabupaten dan Inspektorat Provinsi serta BPKP. Jadi sesungguhnya itu biasa-biasa saja dan tidak ada yang istimewa”

” Untuk saat inipun rakyat Malaka masih menunggu hasil audit yang dijanjikan. SN-KT harus jujur dan terbuka beberkan hasil audit di 127 desa, 12 Kecamatan, Sekolah, Kantor Dinas/Badan, Bagian hingga mantan Bupati/Wakil Bupati seperti yang dijanjikan ke rakyat termasuk tindak lanjut temuan-temuan itu sehingga bisa dilakukan penilaian apakah program audit yang dicanangkan SN-KT dalam 100 hari kerja berhasil atau tidak”

Bupati/Wakil Bupati Malaka, Simon Nahak – Kim Taolin hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. ( boni)