Catatan Pojok dari Kampung Harapan. Makna Medali Perak Bagi Perpani Papua.

SENTANI – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Papua bekerjasama dengan Panitia Pelaksana PON XX menyelenggarakan pelatihan pelatih usai pelaksanaan PON XX di venue Panahan PON XX, Sentani. Pelatihan meliputi teori dan pengenalan tentang Panahan itu berlangsung tgl 8-9 Oktober 2021.

Ketua Umum Pengprov Perpani Papua, Dr Juliana J.Waromi,SE,M.Si, sabtu (9/10/2021) mengatakan, tujuan pelatihan pelatih panahan tingkat dasar agar para pelatih dan pengurus panahan Papua memiliki pengetahuan dan daya kreatifitas yang tinggi dalam melatih.

Selain itu, katanya, pelatihan ini untuk memperkenalkan dan membentuk mental para pelatih dan penggiat olahraga panahan, sehingga punya kreatifitas dalam mengembangkan sistem kepelatihan, profesional dan berkualitas.

“Papua saat ini baru mulai meletakan dasar pembinaan yang benar, hasilnya kita ketahui pada PON XX kita bisa menorehkan 2 medali perak dan meloloskan satu tim ronde nasional ke semifinal. Capaian ini harus kita jaga dan pertahankan ke depan. Untuk itu butuh banyak pelatih dan penggiat di cabor panahan. Makin banyak pelatih tentunya akan diikuti dengan tumbuhnya klub panahan di daerah, untuk itu kemahiran dan kepintaran pelatih sangat menentukan kemajuan prestasi panahan di Bumi Cendrawasih.,” ujar Mama Juli.

Ia menambahkan, pelatihan yang dilaksananakan Pengprov Perpani Papua bekerjasama dengan Panitia PON yang diinisiasi Ketua Panitia Cabor Panahan Hengki F.Sawaki dan PB Perpani, diikuti 50 peserta utusan dari Pengkab/Pengkot/ Perpani dan seluruh pengurus Perpani Papua yang terlibat di PON XX Papua.

Pelatihan yang berlangsung tiga hari itu menghadirkan narasumber dan instruktur nasional yaitu Prayitno (TD Cabor Panahan PON XX), Ibnu marwata dan Jantan Pangestu Insani dari PB Perpani, materi pelatihan terdiri dari perwasitan dan pelatihan dasar dengan materi peraturan perlombaan panahan dalam mendukung pengembangan panahan.

Sedangkan Dr.Tobi Wakarmamu,SH,M.Si, Wakil Ketua Perpani Papua mengapresiasi kegiatan ini, harapannya dengan adanya pelatihan wasit dan pelatih tingkat provinsi Papua dapat bisa diaplikasikan dan dikembangkan untuk mencari pelatih dan wasit yang berkualitas, sehingga dapat mendukung pengembangan cabang olahraga panahan di Papua.

“Tersedianya bidang kepelatihan yang berkualitas sangat mendukung kemajuan prestasi olahraga panahan di Papua. Kita bersyukur bisa memaksimalkan kehadirian wasit dan pelatih nasional di Papua. PON Papua disamping menjadi ajang prestasi, bagi kami Perpani Papua adalah ruang pembelajaran yang sangat baik, dalam waktu singkat ada transfer knowledge” ujar Tobi didampingi Sekretaris Perpani, Suparji.

Lanjut Tobi staf ahli DPRP Papua, keterbatasan SDM baik wasit/juri, scorer, pengelola data, selama persiapan PON, mendorong kami untuk membuat pelatihan yang diikuti oleh semua Pengkab/Pengkot Perpani Papua. Gagasan Perpani Papua ini mendapat respon positif dari Sekjen PB Perpani yang hadir sejak awal di Papua.

Makna 2 Medali Perak bagi Perpani Papua.

Gelaran PON XX di cabor Panahan telah usai, Kampung Harapan yang selama dua minggu hingar bingar menjadi pusat perhatian masyarakat Indonesia mulai sunyi. Senin 10 Oktober, atlit dan pelatih yang meramaikan perebutan 15 keping medali emas, perak, perunggu, sudah berangsur meninggalkan Sentani. Namun apa yang terjadi di Kampung Harapan masih hangat dibicarakan masyarakat Papua dan masyarakat panahan Indonesia.

Salah satu topik yang hangat dibicarakan, capaian Perpani Papua, tim yang tidak pernah muncul di belantika panahan nasional, kini mulai diperhitungkan. Capaian 2 medali perak dari nomor recurve women individu dan recurve women team, membawa Papua masuk dalam 10 besar tim elit nasional.

Slogan TORANG BISA, nampaknya jadi magnet bagi tim Papua dalam upaya mendulang medali di PON XX. Tangan dingin coach Iwan dkk mampu menghadirkan kuda hitam dari Bumi Cendrawasih sebagai tim yang tidak bisa dipandang sebelah mata. 2 medali perak sudah bisa menenpatkan Papua di ranking 8 menggeser dominasi PON XIX Jawa Barat seperti Aceh (5) , Kalimantan Tengah (6), Banten (8), Kalimantan Timur (9), Lampung (10).

Keberhasilan Papua mendulang 2 medali perak jadi momentum kebangkitan panahan Papua. Memasuki periode kedua kepemimpinan Dr. Juliana J.Waromi,SE,M.Si.baru bisa merasakan prestasi yang dapat dibanggakan. Papua bisa menjadi kekuatan baru yang bisa jadi ancaman bagi dominasi Jatim, Jateng, Jabar dan DIY, jika pembinaan yang sudah berjalan ini mampu dipertahankan.

Medali Cabor Panahan (emas-perak-perunggu) :
1. Jatim – 7- 2- 0
2. DKI – 3- 0- 5
3. Jabar – 1- 4- 2
4. DIY – 1- 3- 2
5. Jateng – 1- 1- 0
6. Riau – 1- 0- 1
7. Jambi – 1- 0- 0
8. Papua – 0- 2- 0
9. Kaltim – 0- 1- 2
10. Banten -0- 1- 0
11. Aceh – 0- 1- 0
12. Kalteng – 0- 0- 2
13. Bali – 0- 0- 1 ( fw)