Sekda Malaka Dinilai Terimbas Power Sindrom dan Tidak Siap Pensiun

 

Sekda Malaka, Donatus Bere, SH dinilai terkena imbas Power Sindrom dan terkesan belum siap pensiun sebagai ASN dan belum rela melepaskan jabatannya sebagai Sekda Malaka.

Power Sindrom itu dapat dideteksi melalui pernyataan sekda dihadapan rakyat pada saat pelaksanaan Open House Natal di rumah jabatan Sekda tanggal 25 Desember lalu untuk maju sebagai Calon Bupati Malaka 2024, padahal saat pernyataan itu dilontarkan dirinya masih berstatus PNS aktif dan Sekda aktif.

Sekcam Io Kufeu, Lorens Haba mengatakan hal itu kepada wartawan di Betun, Ibu Kota Kabupaten Malaka, Kamis ( 30/12-2021).

Dikatakannya, Pernyataan Sekda Malaka, Donatus Bere, SH yang disampaikam di open house untuk maju sebagai Calon Bupati Malala di 2024 dan dipublikasi secara luas apapun alasannya tidak bisa dibenarkan.

” Sekda Malaka berdalih tidak deklarasi untuk maju pada pilkada 2024 menjadi bupati bahwa kalau deklarasi harus ada partai politik, apapun alasannya tapi pernyataan untuk maju itu jelas pada 2024 padahal pada acara open house yang dibiayai oleh negara. Sekda kan masih aktif sebagai ASN karena itu sangat naif kalau masih aktif  membuat pernyataan mau maju pilkada 2024. Kemudian diklarifikasi lagi kalau tudingan saya terlalu terlalu jauh pada media Leno Koran karena Sekda hanya umumkan di keluarga karena keluarganya bertanya . Ini makin tidak jelas karena kalau mau umumkan di keluarga kan buat saja pertemuan keluarga untuk disampaikan bukan mendompleng di acara open house yang mana tamu yang hadir pasti ASN dan pihak lain baik yang berhubungan keluarga maupun tidak berhubungan keluarga. Apalagi bupati dan wakil bupati sekarang baru berakhir pada tahun 2024 karena itu bupati harus perintahkan inspektorat daerah untuk periksa Sekda karena ada penyalahgunaan wewenang”

” Kalau dia punya keluarga ingin tahu maka Sekda bisa buat pertemuan keluarga bukan pada open house apalagi beliau masih aktif sehingga sangat tidak elok karena Bupati SN dan Wakil Bupati KT baru berakhir masa jabatannya pada tahun 2024 . Ini artinya Sekda terkena power sindrom karena sepertinya beliau tidak siap pensiun”.

” Apapun alasannya bukan deklarasi tapi pengumuman itu akan lebih elok jika buat saja pertemuan keluarga untuk menyampaikan niatnya maju pada pilkada 2024 dan dilakukan  setelah pensiun. Kan tgl 31 desember 2021  beliau  sudah pensiun. Jadi bukan pada acara open house yang dibiayai oleh negara dan semua ASN baik keluarga maupun bukan keluarga hadir juga”

” Alangkah lebih baik setelah pensiun baru ada manuver lain untuk maju ke depan . Beliau itu seorang pemimpin yang memiliki jabatan karier tertinggi di PNS sehingga harus memberikan contoh bagi kami yang yunior khusus soal etika birokrasi”, tandasnya.

Sementara itu Sekda Malaka, Donatus Bere, SH dalam pernyataannya seperti dilansir media mengatakan dirinya tidak mendeklarasikan diri sebagai Calon Bupati Malaka 2024 karena belum diusung Partai Politik sesuai mekanisme yang ada.

” Apa yang saya sampaikan dalam pelaksanaan open house itu sifatnya informasi internal untuk menjawab pertanyaan keluarga besar tentang aktifitas saya pasca pensiun”, tandasnya. ( boni)