Perambahan Hutan Kembali Terjadi di Desa Naet – Rinhat – Malaka

UPTD Kehutanan  Malaka dan Polisi Harus Usut Tuntas

Boni Atolan

Malaka – Dugaan Kasus Perambahan Hutan ( Ilegal loging)  kembali terjadi di Arak- Desa Naet – Kecamatan Rinhat – Kabupaten Malaka- Provinsi NTT.

Dugaan perambahan hutan  jati itu terjadi di titik dan lokasi Moten Leten ( ditengah hutan  – Desa Naet – Kecamatan Rinhat – Kabupaten Malaka yang diduga kuat dilakukan AT ( warga asal Desa Tafuli 1 yang saat ini beristri di Kolobeuk – Desa Numponi – Malaka ) dan KT( warga Arak – Desa Naet)

Hasil Penggergajian Kaju jati yang diperkirakan 5 hingga 6 dum truk ( barang bukti )    saat ini sudah diangkut KT dan disembunyikan di samping pekuburan Umum Arak – Desa Naet – Kecamatan Rinhat ( samping pemukiman di Arak)  dan siap diangkut keluar bila tidak cepat mendapatkan penanganan pihak Kehutanan dan Kepolisian.

Tokoh Masyarakat Desa Naet yang tinggal di Arak,  Hendrikus Dato kepada Wartawan di Arak -Desa  Naet, Kamis (7/7-2022) mengatakan dirinya harus mengungkapkan penggergajian kayu di desa Naet ke Publik supaya ditelusuri pihak berwajib sehingga tidak terkesan ada tebang pilih dalam penanganan kasus penebangan kayu di desa Naet.

” Saya heran dengan pihak Kehutanan karena mereka tangkap penggergajian kayu milik Bria Satu di Arak -Desa Naet padahal lokasinya dekat dengan perkampungan /perumahan transmigrasi di Arak hanya 200 meter lebih ”

” Kami mau lihat pihak kehutanan dan Polisi apakah berani tangkap para pelaku yang saat ini potong kayu jati didalam hutan yang lokasinya 5-6 km dari lokasi perkampungan Arak, karena para pelakunya ada 2 orang dan barang bukti juga ada sehingga harus diungkap semuanya”

” Kebetulan sebagai tokoh masyarakat dan mantan kades Biudukfoho saya tahu persis kondisi disini. Kebetulan kami lihat ada penebangan kayu dan hasil penggergajiannya kami harus laporkan ke pihak berwajib karena saat ini hasil kayu dolgennya disimpan di pinggiran kampung dekat pekuburan umum desa Arak”

Warga Arak – Desa Naet lainnya ,
Balthasar Nutu kepada wartawan meminta supaya pihak kehutanan dan Polres Malaka segera mengusut semua penebangan kayu jati di wilayah desa Arak sehingga tidak terkesan ada tebang pilih dari pihak kehutanan dan Polres Malaka”

” Sebagai masyarakat kami bingung karena kayu milik kami yang ditanam di dekat perkampungan saja tidak bisa ditebang karena menurut pihak kehutanan itu ada dalam kawasan hutan”

” Saat ini kami mau lihat apakah polisi dan pihak kehutanan mau tangkap dan proses kayu yang dipotong dalam lokasi hutan yang jaraknya dari perkampungan sekitar 5 hingga 6 km. Kami harap tidak ada tebang pilih dalam penanganan”, ujarnya.

Kepala UPTD Malaka, Maria Yovita Seran saat dikonfirmasi wartawan di kantor UPTD Kehutan Malaka, Jumat ( 8/7-2022) mengatakan pihaknya tidak ada tebang pilih dalam penanganan kasus ilegal loging di Malaka.

” Kalau ada laporan masyarakat pasti kita proses tanpa pandang bulu”

” Terkait kasus penebangan kayu di Arak – Naet segera kami laporkan ke Kupang guna mendapatkan penanganan dari Kantor”

” Terkait penggergajian kayu dan barang bukti kayu dolgen yang saat ini menurut informasi disimpan di pinggir perkampungan Arak -Desa Naet ( dekat pekuburan umum Arak ) segera kami koordinasikan dengan Polres Malaka agar segera diamankan barang bukti untuk diproses lebih lanjut”, ujarnya.

Kapolres Malaka melalui Kasatreskrim Polres Malaka, Zainal Arifin saat dikonfirmasi wartawan Pukul 21.30 malam ini mengatakan belum mendapatkan pemberitahuan dari Kehutanan Malaka terkait penebangan kayu dan barang bukti yang harus diamankan di Arak – Desa Naet.

” Kami segera koordinasikan dengan pihak kehutanan untuk pengamanan barang bukti di lapangan guna penanganan lebih lanjut”, ujarnya. ( boni)